Manchester United Terus Tenggelam: Era Amorim Malah Lebih Buruk dari Ten Hag

--Net

KORANPAGARALAMPOS.COM - Suasana muram menyelimuti Gtech Community Stadium pada Sabtu malam yang mencerminkan kondisi terpuruk Manchester United. Diiringi alunan "Hey Jude", Bruno Fernandes berdiri dengan kepala menunduk, seakan kehilangan energi untuk sekadar memberikan applause kepada para pendukung.

Para pemain United mendekati tribun tandang dengan langkah tertatih. Tepukan tangan yang mereka berikan lebih mirip ungkapan permohonan maaf setelah takluk 1-3 dari Brentford.

Pemandangan ini bukanlah hal baru bagi The Red Devils. Dalam delapan pertandingan tandang terakhir di Premier League, mereka hanya berhasil mengumpulkan dua angka.

Setelah kekalahan memalukan dari Manchester City dua pekan silam, kini mereka kembali tersungkur di hadapan Brentford. Bulan depan jadwal semakin berat dengan lawatan ke markas Liverpool, Nottingham Forest, Tottenham, dan Crystal Palace menanti.

BACA JUGA:Kata-kata Max Allegri Usai Skor AC Milan Vs Napoli 2-1: Sepak Bola Itu Aneh

Kemenangan menggembirakan atas Chelsea pekan lalu sempat memberikan secercah optimisme. Namun harapan tersebut langsung pupus dalam sekejap mata.

Sejak Ruben Amorim mengambil alih kendali 10 bulan yang lalu, United hanya memetik kemenangan sembilan kali dari 33 laga Premier League. Dalam perhitungan sederhana, mereka lebih sering mengalami kekalahan dua kali lipat dibandingkan meraih kemenangan. 

Dalam sesi konferensi pers pascalaga, Amorim ditanyakan apakah ini merupakan kasus "satu langkah maju, satu langkah mundur". Realitanya jauh lebih memprihatinkan: satu langkah maju, dua langkah mundur.

Setiap pencapaian kecil selalu diikuti dengan kemunduran yang lebih besar. Euforia yang terlahir dari hasil positif melawan Burnley atau Chelsea langsung sirna ketika dihantam kekalahan memalukan dari Brentford.

BACA JUGA:SD Madani Islamic Boarding School Gelar Upacara Bendera

Memang terdapat sedikit peningkatan performa dibandingkan musim sebelumnya. Akan tetapi, peningkatan tersebut hanya cukup mengangkat United ke level tim kelas menengah saja.

Data expected goals (xG) mungkin menunjukkan tren positif, namun penampilan yang meyakinkan masih sangat jarang terlihat. Situasi ini seperti déjà vu yang mengulang musim lalu di bawah asuhan Erik ten Hag: start yang lambat, harapan semu, kemudian kejatuhan.

Setelah enam pertandingan musim ini, United baru berhasil meraup tujuh poin. Angka tersebut persis sama dengan capaian Ten Hag sebelum akhirnya dipecat.

Amorim mungkin masih dalam posisi aman untuk sementara waktu. Namun kesabaran pihak klub tidak akan berlangsung selamanya jika grafik performa tidak menunjukkan tren naik

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan