Google Advertisement Below

Krisis BBM di Pagar Alam, Pasokan Tak Normal Bikin Warga Resah

SPBU: Salahsatu SPBU yang ada di Kota Pagaralam.--pagaralam.com

KORANPAGARALAMPOS.COM - Masyarakat Kota Pagar Alam tengah menghadapi keresahan akibat pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tak normal dalam beberapa pekan terakhir.

Kelangkaan ini berdampak langsung pada aktivitas harian, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi dan pelaku usaha yang mengandalkan BBM untuk operasional.

Direktur Utama H. Joni Sidik melalui karyawan Eko menegaskan bahwa pihaknya hanya berperan sebagai penyalur, sehingga tidak memiliki kendali penuh terhadap ketersediaan stok. “Kami hanya executor, hanya menyalurkan. Faktanya, suplai BBM ini memang tidak normal,” ungkap Eko saat ditemui.

Eko menjelaskan bahwa pasokan Pertamax kini hanya dikirim dua kali seminggu, jauh berbeda dari kondisi normal di mana berapa pun permintaan akan langsung dipenuhi.

BACA JUGA:H. Muhammad MardionoTerpilih Sebagai Ketua Umum DPD PPP

“Biasanya berapapun kita minta itu akan dikirim. Tapi untuk saat ini, meski dana sudah disiapkan, minyaknya hanya dua kali dalam seminggu baru bisa dikirim,” jelasnya.

Kondisi lebih mengkhawatirkan terjadi pada Pertalite, jenis BBM yang paling banyak digunakan masyarakat. Menurut Eko, beberapa minggu terakhir terjadi pembatasan pasokan cukup drastis.

“Contohnya, kalau order Rp 28.000 ribu hanya dikirim Rp 24.000 ribu, order Rp 24.000 ribu hanya dikirim Rp 16.000 ribu, bahkan order Rp 16.000 ribu hanya dikirim Rp 8.000 ribu. Ini jelas memengaruhi distribusi ke masyarakat,” paparnya.

Kelangkaan ini membuat antrean panjang di sejumlah SPBU tak terhindarkan. Warga harus rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM, dan tak jarang pulang dengan tangan hampa karena stok sudah habis.

BACA JUGA:Polres Pagar Alam Panen Raya Jagung, Wujud Nyata Dukungan Ketahanan Pangan

Beberapa pelaku usaha kecil, seperti ojek online dan pedagang, mengaku omzet mereka menurun karena sulit beroperasi secara normal. “Kami sudah menebus minyaknya, tetapi pengiriman sering terlambat.

Masyarakat sudah mulai resah, terutama yang bergantung pada kendaraan untuk mencari nafkah,” tambah Eko.

Pihak penyalur berharap Pertamina segera mengambil langkah tegas untuk mengatasi krisis ini.

“Harapannya ke depan, Pertamina bisa segera menstabilkan pasokan BBM, agar keresahan masyarakat tidak semakin meluas,” pungkasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google