Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa,
Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa--ist
KORANPAGARALAMPOS.COM - Inovasi luar biasa dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Bersama melalui program hilirisasi singkong menjadi tepung tapioka.
Program ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas singkong, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, memperkuat kemandirian petani, dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diketuai oleh Debi Gusmaliza, M.Kom, serta didukung oleh Inda Anggraini, M.Kom, Fitri Ramadhani, S.P., M.Si, dan dua mahasiswa.
Melalui pendampingan teknis, para anggota KWT mendapatkan pelatihan intensif mengenai proses pengolahan singkong hingga menghasilkan tepung tapioka berkualitas tinggi.
BACA JUGA:Warga Talang Darat Geger, Petani Lansia Ditemukan Tewas Tertimpa Bambu
Pelatihan mencakup berbagai tahapan, mulai dari pemilihan umbi singkong terbaik, pengupasan, pencucian, pemarutan, pengendapan pati, pengeringan, hingga teknik pengemasan modern yang higienis dan sesuai standar pasar.
Dengan metode ini, produk tepung tapioka yang dihasilkan tidak hanya layak konsumsi, tetapi juga memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan siap dipasarkan secara luas.
Ketua Pelaksana, Debi Gusmaliza, menjelaskan program ini lahir dari semangat perempuan tani untuk lebih mandiri dan berdaya.
“Kami ingin singkong yang ditanam masyarakat tidak lagi hanya dijual dalam bentuk mentah.
BACA JUGA:Curah Hujan Tinggi Berlanjut, Petani Lahan Lebak di Sumsel Diminta Siaga
Melalui pengolahan menjadi tepung tapioka, produk ini memiliki nilai jual lebih tinggi, lebih bermanfaat, dan mampu membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Debi.
Produk tepung tapioka hasil olahan KWT Mekar Bersama dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bahan baku jajanan tradisional, aneka olahan modern, hingga industri pangan.
Upaya hilirisasi ini menjadikan singkong — yang dulu dianggap sebagai pangan sederhana — kini naik kelas menjadi produk unggulan desa.
Selain berdampak pada peningkatan ekonomi, keberhasilan program ini juga menunjukkan peran penting perempuan di sektor pertanian**.