Dorong Penguatan Kopi Besemah Menuju Pasar Global
Dorong Penguatan Kopi Besemah Menuju Pasar Global--Edo
KORANPAGARALAMPOS.COM - Walikota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, ST menerima audiensi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Rumah Dinas Walikota.
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan kualitas serta daya saing kopi Pagar Alam yang telah lama dikenal sebagai salah satu penghasil kopi unggulan di Sumatera Selatan.
Kehadiran tim BRIN yang dipimpin oleh Fenky Marsandi dari Cibinong, Bogor, difokuskan pada penelitian mengenai kearifan lokal dalam budidaya kopi Besemah.
Riset ini tidak hanya menyoroti aspek teknis budidaya, tetapi juga menyentuh sisi budaya dan lingkungan yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Besemah.
BACA JUGA:Walikota Pagar Alam Blusukan, Cek Pasar dan Aset Pemkot
“Tujuan kami di sini melakukan riset tentang kearifan budidaya kopi masyarakat Besemah, agar bisa dipertahankan sekaligus diwariskan kepada generasi muda.
Dari hasil pengamatan, kopi robusta menjadi yang paling banyak diminati masyarakat.
Namun, penting juga memperhatikan kesesuaian lahan: dataran tinggi lebih cocok untuk kopi lokal, sedangkan dataran rendah sangat ideal untuk robusta,” jelas Fenky.
Fenky juga menegaskan bahwa keberlanjutan kearifan lokal akan sangat berpengaruh terhadap kualitas biji kopi sekaligus lingkungan.
BACA JUGA:KEPUTUSAN BERSAMA: Walikota dan Ketua DPRD Kota Pagar Alam lakukan penandatanganan KUPA-PPASP 2025
Tantangan utama yang masih dihadapi petani Pagar Alam adalah fluktuasi harga biji kopi yang belum stabil.
Oleh karena itu, BRIN merekomendasikan adanya sinergi antara pemerintah, koperasi, dan bahkan BUMN untuk menata sistem pascapanen hingga pemasaran.
Kepala Dinas Pertanian Kota Pagar Alam, Dra. Sutrimawati, M.Si, melalui Sekretaris Diki Herlambang, SP, menyampaikan bahwa BRIN bahkan turun langsung ke kebun-kebun masyarakat untuk melihat proses pengelolaan dan pemeliharaan kopi.