Dari Gunung Lawu hingga Pantai Ngobaran, Ternyata Disini Tempat Prabu Brawijaya V Bertapa
Dari Gunung Lawu hingga Pantai Ngobaran, Ternyata Disini Tempat Prabu Brawijaya V Bertapa--
KORANPAGARALAMPOS.COM - Kisah tentang akhir hayat Prabu Brawijaya V, raja terakhir Kerajaan Majapahit, selalu diselimuti misteri dan legenda.
Bukan hanya karena kekalahannya dari Kerajaan Demak yang dipimpin putranya sendiri, Raden Patah, tetapi juga karena keyakinan masyarakat bahwa sang prabu tidak meninggal, melainkan moksa, yaitu menghilang secara fisik dan spiritual.
Kisah inilah yang membuat banyak tempat di Pulau Jawa diyakini sebagai lokasi pertapaan atau pelarian terakhirnya.
Dari puncak Gunung Lawu yang sakral hingga pantai di pesisir selatan, jejak spiritual Prabu Brawijaya V terus menjadi bahan perbincangan dan tujuan ziarah.
BACA JUGA:Kerajaan Saba Runtuh karena Kesombongan? Ini Fakta dan Peringatannya
Gunung Lawu: Mahkota Pertapaan Sang Raja
Ketika membicarakan pertapaan Prabu Brawijaya V, Gunung Lawu adalah nama yang paling sering disebut.
Gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini dianggap sebagai tempat paling suci dan menjadi lokasi moksa sang raja.
Menurut kepercayaan, setelah merasa kalah dan tidak ingin bertempur dengan putranya, Prabu Brawijaya V memilih untuk menyingkir. Ia mendaki gunung ini untuk melakukan pertapaan terakhirnya.
Di puncak Gunung Lawu, terdapat beberapa petilasan yang dikaitkan langsung dengan Prabu Brawijaya V.
BACA JUGA:Keren! Kerajaan Ini Bikin Pasukan Hanya dari Tanah Liat
Di antaranya adalah Hargo Dalem, sebuah kompleks tempat ia diyakini moksa, serta Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah yang merupakan puncak-puncak penting lainnya dalam rangkaian perjalanan spiritualnya.
Banyak peziarah datang ke tempat-tempat ini dengan keyakinan bahwa energi spiritual sang raja masih sangat kuat.
Ritual dan tradisi yang dilakukan di sini, seperti meletakkan sesajen dan berdoa, menjadi bentuk penghormatan atas jejak spiritual Prabu Brawijaya V.