Awas, Mulutmu Harimaumu!
ilustrasi--Net
Jika ada orang yang sakit hati karena lisan kita, sungguh kita telah berdosa. Untuk mendapatkan ampunan dosa tersebut, tidak cukup hanya memohon ampun kepada Allah SWT, karena selain berdosa kepada Allah SWT, kita juga berdosa kepada orang yang sudah disakiti hatinya.
BACA JUGA:Gerald Vanenburg Coret 8 Pemain
Makanya jangan menganggap hal ini sepele. Lisan liar bisa membuat kebaikan terbakar. Lisan kotor bisa membuat hati juga gersang.
Ingat pesan Nabi SAW, seorang hamba yang beriman hendaknya berkata/berbicara yang baik-baik, yang diridai oleh Allah SWT, karena dengan hal tersebut ia akan ditinggikan derajatnya.
Sebaliknya, seorang hamba yang suka berbicara dengan perkataan yang sangat dibenci oleh Allah, maka ia akan ditempatkan di neraka Jahanam.
Terlebih lagi kalau orang sudah kebiasaan bicara yang kurang elok, seperti **lol, b***, dan lain sebagainya.
BACA JUGA:Bintang Liverpool Alexis Mac Allister Cari Pemain Timnas Indonesia
Perlu diketahui, bahwa alam dan segala sesuatu yang ada di dalamnya, merespon apa pun yang dilakukan oleh manusia, termasuk ucapannya.
Misalnya ada seseorang yang di halaman depan rumahnya ada satu pohon mangga, mangganya tidak pernah berbuah dan setiap hari hanya berhasil merontokkan daun-daunnya.
Oleh karena itu, orang tersebut setiap hari harus membersihkan rontokan daunnya. Sambil menyapu dia selalu mengumpat, "Kau ini tidak mau berbuah, bisanya cuma bikin cape saja." Terus-terusan dia melancarkan umpatan-umpatannya.
Sampai akhirnya pohon tersebut malah lebih sering dan lebih banyak rontok daun-daunnya. Selanjutnya, rontoklah ranting-rantingnya dan satu cabang besarnya patah menimpa rumahnya. Oleh karena itu, kita harus selalu ingat, bahwa "mulutmu harimaumu!".
BACA JUGA:Skandal Mega Mall Bengkulu, Gubernur Helmi Hasan Diperiksa, Dugaan Korupsi Ratusan Miliar Terkuak
Terima kasih, wassalamu'alaikum wr. wb. (*)