Pemerintah Kerahkan Helikopter dan Teknologi Cuaca di Sumsel
Pemerintah Kerahkan Helikopter dan Teknologi Cuaca di Sumsel--Net
* Langkah Terpadu Diterapkan Demi Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan
KORANPAGARALAMPOS.COM – Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di musim kemarau tahun ini, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah Sumatera Selatan (Sumsel) mulai mengerahkan kekuatan penuh. Dari pemantauan udara, sistem kanal, hingga operasi modifikasi cuaca (OMC) dan helikopter waterbombing disiapkan guna menekan potensi kebakaran.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan bahwa meski Sumsel memiliki 2,1 juta hektare lahan gambut yang rawan terbakar, situasi saat ini masih terpantau stabil.
Ia menilai hal itu merupakan hasil kerja keras semua pihak yang terlibat dalam pengendalian Karhutla.
BACA JUGA:Sayap Ekonom
“Kami bersyukur kondisi Sumsel masih relatif aman. Namun upaya pencegahan terus ditingkatkan karena sebagian besar Karhutla terjadi karena unsur kesengajaan,” ujar Hanif usai apel siaga Karhutla di Palembang, Selasa (29/7/2025).
Hanif menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil langkah tegas terhadap pelaku pembakaran, baik individu maupun perusahaan pemegang konsesi. Pemerintah, kata dia, tidak segan memberikan sanksi sesuai ketentuan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019.
“Kalau ditemukan perusahaan tidak melakukan upaya mitigasi, maka kami akan beri sanksi tegas. Kita juga sedang dalami titik-titik api di dalam wilayah konsesi perusahaan,” jelasnya.
BACA JUGA:Laga Timnas Indonesia U-23 vs Timnas Vietnam U-23 Disebut Diulang
Selain pendekatan darat, upaya pengendalian juga melibatkan pendekatan udara dan teknologi cuaca. Sistem kanalisasi di beberapa kabupaten dikembangkan sebagai solusi jangka panjang mengatasi kekeringan dan potensi Karhutla.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menambahkan, saat ini telah diterjunkan satu helikopter untuk OMC dan tiga helikopter waterbombing di wilayah Sumsel. Ia menyebut heli OMC seminggu lalu berhasil menurunkan hujan di sejumlah titik.
“Heli waterbombing sangat efektif menjangkau lokasi yang sulit ditembus jalur darat, khususnya daerah perbukitan. Kami gunakan sistem body system agar dua heli bisa beroperasi bergantian, tanpa membuang waktu,” katanya.
BACA JUGA:5 Penyebab Timnas Indonesia U-23 Kalah dari Vietnam U-23 di Final Piala AFF U-23 2025
Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan bahwa target utama tahun ini adalah Sumsel bebas asap. Menurutnya, dampak Karhutla tidak hanya pada lingkungan, tapi juga menyangkut kesehatan warga dan nama baik daerah.