Pengepungan Baghdad, Tragedi yang Membakar Peradaban Islam
Pengepungan Baghdad, Tragedi yang Membakar Peradaban Islam-ilustrasi-kolase
Pertahanan Baghdad dengan cepat runtuh, dan pada 10 Februari 1258, pasukan Mongol memasuki kota.
BACA JUGA:Explore Umbulan Tanaka, Wisata Malang Ala Jepang Bikin Tenang Jiwa
Pembantaian pun terjadi.
Ratusan ribu warga sipil dibunuh tanpa ampun.
Bangunan dihancurkan, irigasi rusak, dan tanah pertanian menjadi tandus.
Salah satu momen paling menyayat adalah penghancuran Bait al-Hikmah.
BACA JUGA:Miliki Daya Tarik Unik, 8 Hal Ini Bisa Dilakukan Saat Piknik ke Pantai Pecaron
Ribuan manuskrip berharga dilemparkan ke Sungai Tigris hingga airnya dikisahkan berubah menjadi hitam karena tinta.
Khalifah Al-Musta’sim sendiri dieksekusi secara keji, dibungkus karpet dan diinjak kuda metode eksekusi yang dipilih untuk menghindari menumpahkan darah bangsawan, sesuai kepercayaan Mongol.
Kejatuhan Baghdad menandai berakhirnya kekhalifahan Abbasiyah yang telah bertahan selama lima abad.
Meski kemudian wilayah ini dikuasai oleh Ilkhanat Mongol, yang membawa stabilitas dan bahkan mendukung seni dan arsitektur, kehancuran budaya dan intelektual tak bisa dipulihkan sepenuhnya.
BACA JUGA:6 Wisata Nganjuk Paling Populer. No 3 Jadi Tempat Ritual Nyari Jodoh
Baghdad, yang pernah menjadi pusat dunia Islam, berubah menjadi puing-puing sejarah.
Peristiwa ini menjadi simbol hancurnya kejayaan peradaban Islam klasik dan awal pergeseran dominasi intelektual ke Barat.
Namun, kisah tragis ini juga mengingatkan dunia akan pentingnya menjaga warisan budaya dan ilmu pengetahuan dari tangan-tangan perusak.