Begini Orang Cina Taklukkan Dunia Tanpa Pedang
Begini Orang Cina Taklukkan Dunia Tanpa Pedang -pagaralam pos-kolase
KORANPAGARALAMPOS.COM - Orang Tionghoa merupakan salah satu kelompok etnis dengan diaspora terbesar dan tersebar luas di dunia.
Dari total populasi dunia yang mencapai sekitar 8 miliar, penduduk Tiongkok mencakup sekitar 1,4 miliar jiwa—sekitar 17%.
Jumlah ini belum termasuk keturunan Tionghoa yang telah menetap dan berbaur di berbagai belahan dunia.
Pepatah lama mengatakan, “Di mana ada matahari terbit, di situ ada orang Tionghoa.”
BACA JUGA:Baikal, danau tertua dan terdalam di dunia
Ungkapan ini bukan sekadar peribahasa, melainkan cerminan realitas sejarah migrasi panjang bangsa Tionghoa yang telah berlangsung ribuan tahun.
Penyebabnya beragam: ekonomi, kolonialisme, hingga gejolak politik dan bencana alam.
Sejarah awal migrasi Tionghoa dapat ditelusuri sejak era Jalur Sutra.
Melalui jaringan perdagangan kuno yang menghubungkan Tiongkok dengan Timur Tengah, Afrika, dan Eropa sejak abad ke-2 SM, para pedagang Cina tidak hanya menjual barang seperti sutra, rempah, dan keramik, tapi juga mulai menetap di kota-kota pelabuhan yang mereka kunjungi.
BACA JUGA:Hegra, Situs Bersejarah Di Arab Saudi Yang Umat Islam Enggan Mendatanginya
Komunitas-komunitas kecil Tionghoa pun terbentuk di sepanjang rute dagang tersebut, yang dalam waktu lama menjadi kawasan Pecinan dan bagian dari diaspora global.
Sejarawan Zhuang Guotu menyebutkan dua gelombang besar migrasi Tionghoa, pertama, pada abad ke-16 ketika bangsa Eropa mulai menjajah dunia.
Dalam periode ini, orang Tionghoa dianggap sebagai tenaga kerja terampil dan pedagang andal, seperti saat VOC merekrut mereka ke Batavia.