Ternyata Ada Lebih dari 2000 Bahasa yang Masih Digunakan di Dunia

Ternyata Ada Lebih dari 2000 Bahasa yang Masih Digunakan di Dunia-pagaralam pos-kolase

Salah satu penyebab utama adalah pergeseran bahasa, yakni ketika komunitas penutur mulai meninggalkan bahasa asli mereka dan beralih ke bahasa yang lebih dominan secara ekonomi dan sosial. Anak-anak lebih diajarkan bahasa nasional atau internasional agar mudah bersaing di dunia modern, sementara bahasa ibu perlahan dilupakan.

Contohnya, banyak bahasa lokal di pedalaman Amerika Selatan, Afrika, atau Papua kini hanya dituturkan oleh segelintir orang lanjut usia. 

Jika tidak ada upaya pelestarian, bahasa-bahasa ini akan hilang selamanya bersama dengan pengetahuan budaya, cerita rakyat, dan cara hidup yang menyertainya.

BACA JUGA:5 Skandal Korupsi Terbesar yang Disorot Dunia

Menjaga Bahasa, Menjaga Peradaban

Bahasa adalah identitas kolektif. Ia bukan hanya tentang kata-kata, tetapi menyimpan pengetahuan ekologis, filsafat, adat istiadat, hingga sistem nilai. 

Hilangnya sebuah bahasa sama saja dengan kehilangan sebagian dari warisan umat manusia.

Oleh karena itu, menjaga keberagaman bahasa adalah bentuk penghormatan terhadap kemanusiaan itu sendiri. 

BACA JUGA:Rahasia Hidup Sehat & Berkualitas ala Leluhur, Warisan Bijak dari Prof. Nyoman Kertia

Pelestarian bahasa tidak hanya tugas para ahli bahasa, tetapi juga tanggung jawab masyarakat dan negara. 

Pemerintah dapat mendorong pendidikan dwibahasa, dokumentasi bahasa daerah, serta mendukung komunitas adat dalam merawat warisan mereka.

Di era globalisasi ini, penting untuk tetap menguasai bahasa internasional. 

Namun, lebih penting lagi untuk tidak melupakan bahasa ibu bahasa yang pertama kali kita dengar sejak lahir, yang membentuk cara kita memahami dunia.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan