Suplai BBM di Pagar Alam Menipis, Antrean di SPBU Mengular

Ilustrasi--Net

KORANPAGARALAMPOS.COM - Warga dan pengendara di Kota Pagar Alam harus bersabar dan bersiap antre panjang di berbagai SPBU. Sejak beberapa hari terakhir, antrean kendaraan terlihat mengular di tiga stasiun pengisian bahan bakar utama: SPBU Air Perikan, SPBU Simpang Mannak, dan SPBU Simpang Bacang.

Krisis bahan bakar minyak (BBM) ini membuat aktivitas warga terganggu dan memicu kekhawatiran akan dampak yang lebih luas jika tidak segera ditangani.

Menurut penjelasan dari Eko, salah satu karyawan PT Sriwijaya Bangun Persada (SPBU CODO 23.315.19 Air Perikan), kelangkaan ini terjadi karena perubahan jalur suplai BBM.

“Sekarang suplai kita dialihkan ke Bengkulu, jadi kendaraan tangki pengangkut BBM yang biasa menyuplai ke Pagar Alam terlambat atau bahkan tidak datang,” ujar Eko.

BACA JUGA:Jika Kite Berbuat Baik, Dijanjikah Allah Lime Hal

Eko juga menyebutkan bahwa biasanya SPBU mereka menerima pasokan sebanyak 24 kiloliter (KL) atau minimal 16 KL setiap hari. Namun kini, volume yang diterima hanya sekitar 8 KL per hari.

Penurunan drastis ini membuat SPBU tidak mampu memenuhi permintaan dari masyarakat, terutama para pengendara roda dua dan roda empat yang menggantungkan mobilitas mereka pada ketersediaan BBM.

Kondisi ini menyebabkan antrean panjang hampir setiap hari. Beberapa pengendara bahkan rela antre sejak pagi demi mendapatkan BBM. “Saya dari jam 5 pagi sudah antre, baru bisa isi jam 10. Kalau tidak isi sekarang, besok belum tentu dapat,” keluh Ridwan, seorang ojek online yang ditemui di SPBU Simpang Bacang.

Tak hanya ojek online, pengemudi angkutan umum, petani yang menggunakan mesin pertanian, hingga warga biasa yang hendak bepergian pun mengeluhkan kondisi ini. Banyak dari mereka terpaksa menunda aktivitas karena tidak kebagian BBM.

BACA JUGA:BSI Serahkan Bantuan 1 Unit Sepeda Motor ke Baznas Kota Pagaralam

Melihat kondisi yang semakin memburuk, Eko mengaku telah melakukan koordinasi dengan para penanggung jawab SPBU di wilayah sekitar, seperti Empat Lawang, Lahat, dan SPBU lainnya di Pagar Alam. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat distribusi dan menghindari kekosongan BBM di SPBU-SPBU yang terdampak.

“Kami sudah sampaikan kondisi ini kepada SPBU lain di daerah sekitar agar ada backup. Jangan sampai masyarakat benar-benar kesulitan hanya karena distribusi tidak lancar,” tegas Eko.

Eko dan pihak SPBU berharap adanya langkah cepat dari Pertamina baik di tingkat provinsi maupun pusat. Ia meminta agar jalur distribusi BBM ke Pagar Alam segera dibenahi dan stok kembali dinormalkan.

“Kami minta kepada Pertamina agar melihat kondisi ini dengan serius. Jangan sampai krisis ini berkepanjangan dan merugikan masyarakat,” tambahnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan