Google Advertisement Below

Waspada Gelombang Baru COVID-19

Waspada Gelombang Baru COVID-19--Net

KORANPAGARALAMPOS.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) mulai mengambil langkah antisipatif terhadap potensi lonjakan kasus COVID-19 yang kembali muncul di sejumlah negara Asia.

Masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan tetap menjaga protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dini.

Langkah ini dilakukan menyusul instruksi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) yang meminta daerah bersiaga terhadap kemungkinan penyebaran ulang virus corona, mengingat adanya peningkatan kasus di negara tetangga seperti Hongkong, Thailand, Malaysia, dan Singapura.

BACA JUGA:Update Dokumen RTRW yang Berlaku

Gubernur Sumsel, Herman Deru, menegaskan pentingnya kewaspadaan meskipun kondisi saat ini relatif terkendali. Ia menyatakan bahwa instruksi dari pemerintah pusat merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam mencegah kembalinya wabah yang pernah melumpuhkan berbagai sektor kehidupan.

"Instruksi ini harus kita tindaklanjuti secara serius. Meski kasus di Indonesia belum meningkat drastis, bukan berarti kita bisa mengabaikan potensi risiko," ujar Deru.

Menurut Deru, kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kondisi tetap stabil. Ia mengingatkan bahwa kebiasaan baik seperti mencuci tangan, memakai masker saat sakit, dan menjaga kebersihan lingkungan harus terus dipertahankan.

BACA JUGA:Bentuk Kepedulian Kepada Masyarakat

“Baik ada atau tidak ada COVID, menjaga kesehatan adalah tanggung jawab kita terhadap diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Jangan sampai kita lengah hanya karena angka kasusnya sedang rendah,” tegasnya.

Data terakhir per 23 Mei 2025 menunjukkan bahwa jumlah kasus aktif COVID-19 di Indonesia tersisa tiga. Meski angka tersebut sangat kecil, Gubernur Deru menilai situasi ini tetap memerlukan perhatian khusus agar tidak berkembang menjadi gelombang baru.

Pemprov Sumsel juga akan memperkuat koordinasi dengan instansi kesehatan di daerah, termasuk rumah sakit dan fasilitas kesehatan tingkat pertama, guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat jika terjadi lonjakan mendadak. (Reza20)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan