Memihak Rubil

Disway--Pagaralam Pos

Yang terlihat mencolok: banyak sekali ''rubil'' –rumah mobil– parkir di sana. Rupanya penonton Indy500 banyak yang tiba di sirkuit sehari atau dua hari sebelumnya. Mereka membawa ''rubil''. Sekalian liburan. Berkemah di sebelah ''rubil''. Ada kamar mandi, toilet, dapur, tempat tidur di ''rubil'' itu.  Sama sekali tidak ada tukang parkir dadakan.

Sirkuitnya sendiri tidak modern. Bangunan tua. Terlihat kunonya. Indy 500 tahun ini memang sudah yang ke-109. Sejarahnya sudah begitu panjang.

BACA JUGA:GoPay Gratis Saldo 2025: Cara Mudah Dapat Saldo dan Hemat Belanja!

Arena ini benar-benar besar sekali. Arsitekturnya lebih mementingkan fungsionalnya –tidak keindahannya.

Posisi lintasan untuk balap mobilnya mirip posisi lintasan lari di GBK: mengelilingi pinggir stadion.

Di GBK tengahnya untuk lapangan bola. Di stadion Indianapolis ini tengahnya justru difungsikan sebagai fasilitas penyelenggaraan.

Sebagian untuk lokasi pameran mobil. Sebagian lagi untuk parkir khusus para tenant dan panitia. Juga untuk garasi mobil-mobil balap. Untuk museum. Berbagai restoran. Kamar kecil. Semuanya kelihatan kurang tertata. Tidak ada taman. Tidak ada pohon.

Amerika sudah puas dengan sejarah dan kejayaan Indy 500. Toh sudah jadi Makkah-nya balap mobil. Mungkin juga sudah sulit merehabilitasinya. Terlalu berat. Lebih baik membangun yang baru.

Baru sekali ini saya menonton balap mobil di Amerika. Lumayan. Biar sekali langsung ke Makkah-nya.(Dahlan Iskan)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan