Google Advertisement Below

Harga Emas makin "Menggila"

Harga Emas makin "Menggila"--Net

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengonfirmasi. Betul, perang tarif (saling balas AS-China) akan mereda. Namun, "market" sudah terlanjur tidak nyaman dengan "pressure" Trump terhadap Ketua Federal Reserve (Bank Sentral AS), Jerome Powell.

Pasar (market) AS yang punya pengaruh besar terhadap perekonomian dunia. Tidak boleh ada gejolak atau sentimen negatif. Ancaman Trump memecat Powell (bila nggak nurut), telah menekan pasar sebesar tiga persen. 

BACA JUGA:Kesadaran Warga Dukung Realisasi PBB

Bila Trump betul memecat Jerome Powell, maka diprediksi bakal mem-"pressure" market lebih dalam lagi.

Harga emas boleh jadi akan lebih cepat mengalami "rally" ke atas. Karena, memangkas suku bunga The Fed (seperti anjuran Trump), linear dengan mempengaruhi independensi Bank Sentral AS (ekonomi terbesar di dunia).

Perang tarif menghambat pertumbuhan dunia. Jepang yang perekonomiannya terbesar ke-3 di dunia, diprediksi hanya tumbuh 0,6 persen. Sementara AS  tumbuh 1,7 persen, dan China tumbuh 4 persen (turun 0,6 persen).

Dunia, kini menuju "zaman baru". Format ekonomi global yang telah mapan selama 80 tahun, mengalami metamorfosis. Juga di daur ulang.

BACA JUGA:Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Bencana Kebakaran

Indikator emas yang "rally", adalah satu "benchmarking". Sebagai tolok ukur metamorfosis. Berharga US$ 2.500 per troy ounce (ons) di bulan Januari 2025. Naik US$2.750 (Pebruari).

Selanjutnya, US$ 3.000 (Maret). Dan, US$3.328 (17 April), kini per troy ounce (US$ 3.500). Bisakah meredanya  ketegangan perdagangan AS-China, menurunkan harga emas?

Donald Trump telah menimbulkan "guncangan negatif besar" terhadap ekonomi dunia. Siapkah Indonesia?*(Sabpri Piliang)..

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google