Kabinet Ramping

Disway--Pagaralam Pos

Prinsip yang akan dilawan Trump: banyak jabatan banyak peraturan. Peraturan mengganggu kreativitas dan kebebasan. Rakyat harus lebih merdeka, termasuk merdeka dari pemerintah. Rakyat itu sudah ada lebih dulu sebelum ada pemerintah.

BACA JUGA:Lewy Ancam Rekor CR7 di Liga Champions

Trump ingin mengurangi sebanyak mungkin peraturan. Kian kecil pemerintahan kian baik. Itu prinsip negara liberal. Juga negara demokrasi.

Nama lembaga baru itu awalnya bikin bingung. Soalnya, jauh  sebelum itu, Elon Musk sudah getol mempromosikan DOGE --bisnis barunya. DOGE yang ini  adalah nama merk uang cryptocurrency yang ditawar-tawarkan oleh perusahaan Elon Musk. Ternyata kini ada DOGE yang sangat berbeda meski di tangan orang yang sama.

Yang juga baru di pemerintahan Trump adalah dibentuknya badan baru di kabinetnya: A.I. & Crypto. Artificial Intelligence dan Crypto, kata Trump, adalah masa depan Amerika. Khususnya untuk membuat Amerika agar tetap punya keunggulan kompetisi.

Diadakannya lembaga DOGE dan A.I./Crypto menunjukkan bahwa prioritas pemerintahan Trump sangat jelas. Harus ada yang khusus memikirkan A.I. dan Crypto.

BACA JUGA:Tampung Aspirasi, Pastikan Usulan Prioritas dan Dibutuhkan Masyarakat

Lembaga baru ini langsung  berada di bawah Gedung Putih. Pimpinannya sudah ditunjuk. Anda sudah tahu meski belum kenal dengannya: David Sacks. Latar belakang Sacks jelas: ia orang penting dalam tim pencipta sistem pembayaran Paypal. Ia juga termasuk pencipta apps layanan networking Yammer. Bahkan Sacks juga investor penting untuk Uber dan perusahaan Elon Musk seperti SpaceX.

Jelas orang-orang IT kini masuk ke top pengambilan kebijakan pemerintah Trump.

Yang saya belum dapat tahu adalah: bagaimana dengan angkasa luar. Di pemerintahan Trump yang pertama dulu seperti ada perhatian khusus soal angkasa luar. Mumpung belum ada satu pun negara yang memilikinya.

Waktu itu terasa sekali Trump seperti menginginkan Amerikalah yang harus menjadi pemilik angkasa luar. Bahkan sampai diintroduksi pemikiran perlu dibentuknya jenis baru kekuatan militer. Bukan lagi hanya angkatan udara, laut dan darat, harus juga ada angkatan antariksa.

BACA JUGA:Kecelakaan Maut, Seorang Anak Meninggal Dunia

Di pidato pelantikan Trump yang sangat menarik soal angkasa luar tidak disebut. Padahal banyak hal sensitif ia kemukakan. Seperti Amerika keluar dari WHO. Saya sebenarnya ingin menurunkan terjemahan teks lengkap pidato itu. Tapi terlalu panjang.

Mendengar pidato Trump rasanya saya ikut bersemangat: Indonesia harus memikirkan Indonesia agar Indonesia bisa menjadi Indonesia.

Saya mengira soal angkasa luar akan disebut. Ternyata tidak. Angkasa luar masih tetap belum bertuan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan