Pastikan Indonesia Kalahkan Vietnam
Pastikan Indonesia Kalahkan Vietnam--Net
ASEAN CUP 2024
OLEH: Sabpri Piliang
WARTAWAN SENIOR
DIALAH seorang Hungaria. Laslo Polgar namanya. Suatu hari, Laslo menulis surat aneh kepada seorang wanita.
Laslo meminta wanita itu menjadi Isterinya. Dengan syarat, dia harus sepakat dengan Laslo. Bahwa, seorang anak genius, tidak dilahirkan. Tapi karena didikan dan pelatihan. Mereka menikah, dan punya anak.
Tidak ada bakat dan kehebatan bawaan, dalam bidang apa pun. Semua karena pelatihan. Laslo pun, memilih catur untuk ketiga anak-anaknya. Hasilnya?
Kita mulai dari anak bungsu, Judit Polgar. Dalam usia lima tahun, dia mengalahkan permainan catur sang ayah.
BACA JUGA:Hidup Baru
Tujuh tahun kemudian, di usia ke-12, Judit masuk dalam 100 pecatur terbaik dunia. Lebih "gila" lagi, belum berusia 16 tahun, Judit menjadi "grandmaster" termuda sepanjang sejarah dunia. Peringkat satu dunia, di tangannya.
Sofia Polgar, anak kedua Laslo. Usia 14 menjadi juara Dunia catur. Beberapa tahun kemudian menjadi "grandmaster". "Workoholic", tekun berlatih, menganalisis. Itulah Sofia Polgar.
Suatu hari sang Ayah meminta kepada Sofia. "Sofia, tinggalkan catur itu!" Sofia bergumam. "Ayah, catur ini tidak ingin aku kesepian!"
Seusai pertandingan Timnas Indonesia versus Laos (10/12). "Ayah" (Pelatih) Timnas Indonesia Shin Tae Yong (STY), meminta tolong media massa agar dapat membantunya. STY merasa "kesepian" dengan ketiadaan lini tengah, sekaligus "playmaker".
BACA JUGA:Yamaha Indonesia Siapkan Kejutan Baru dengan Peluncuran Aerox 155 ALPHA, Ini Spesifikasinya!
Serius. Selama lima tahun lebih STY menjadi Pelatih Timnas Indonesia. Baru pertama "coach" asal Korea Selatan ini memohon. Ada hal mendesak yang "membahayakan" pertandingan Indonesia melawan Vietnam, Minggu (15/12).