Arogansi Ivan Berujung Bui
INTIMIDASI: Tersangka intimidasi siswa SMAK Gloria 2 berinisial EN, Ivan Sugiamto mengenakan baju tahanan orange.--pagaralampos
SURABAYA – Nasib Ivan Sugiamto, pengusaha tempat hiburan malam di Surabaya yang suruh siswa sujud dan menggonggong berujung pahit.
Kini dia mendekam di balik jeruji besi Mapolrestabes Surabaya. Kasus arogansi Ivan berujung bui. Dia dijerat Pasal 80 Ayat 1 Undang-Undang Perlindungan Anak dan atau Pasal 335 Ayat 1 butir 1 KUHP.
“Ancaman hukumannya tiga tahun penjara,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto saat konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (14/11).
Ulah Ivan Sugiamto (ada yang menulis Sugianto, red) menjadi perhatian publik setelah videonya membentak siswa SMAK Gloria 2 Surabaya, EN, viral di media sosial beberapa hari lalu. Video arogansi Ivan berdurasi satu menit empat detik salah satunya diunggah akun @Bang#nalar, di laman X pada Senin (11/11).
BACA JUGA:MG Motor Indonesia Gunakan Baterai Lokal, Apakah Harga Mobil Listrik Akan Turun?
“Tak terima anaknya diejek, pengusaha di Surabaya suruh murid mengg*ng*ng.
Ini orang tua anak tersebut kok membiarkan anaknya digituin?! Kalau gue mana bisa nahan emosi kalau anak gue digituin,” tulis akun tersebut. Dalam video viral itu, pria yang belakangan diketahui sebagai Ivan, menyuruh siswa tersebut minta maaf di depan publik, di kawasan SMAK Gloria 2 Surabaya.
“Minta maaf, sujud. Menggonggong!” kata Ivan dengan penuh emosi.
Mendengar perintah itu, siswa laki-laki tersebut menurutinya dengan bersujud. Sementara, pria yang memakai baju biru yang merupakan orang tua EN menyuruh anaknya segera berdiri. Namun, Ivan langsung menarik tangan orang tua EN. Suasana makin ribut dan tegang.
BACA JUGA:Catat, Begini Prosedur dan Panduan Mengikuti Lelang di BRI
Warga sekitar pun mencoba melerai keributan antar-orang tua murid tersebut. Hasil dari penelusuran JPNN Jatim, peristiwa itu terjadi di halaman SMAK Gloria 2 Surabaya pada Senin (21/10).
Pemicunya, karena adanya kesalahpahaman dan percekcokan siswa di media sosial. Kemarahan Ivan muncul lntaran tidak terima anaknya berinisial AL yang bersekolah di Cita Hati, diolok-olok EN.
Olok-olokan itu terjadi ketika kedua sekolah tersebut bertanding basket di salah satu mal di Surabaya. Mengetahui anaknya diolok-olok, IV tak terima sehingga mendatangi sekolah SMAK Gloria 2 dan meminta EN untuk segera meminta maaf. (net)