Mengenal Ritual Melukat. Tradisi Penyucian Diri Masyarakat Hindu Bali
Mengenal Ritual Melukat. Tradisi Penyucian Diri Masyarakat Hindu Bali--Net
Ritual Melukat ini dipercaya bisa memberikan dampak positif jika dilakukan dengan benar dan dilakukan secara rutin.
BACA JUGA:Kamu Lagi Alergi? Inilah 5 Cara Efektif Mengatasi Alergi Dingin yang Mengganggu
Seperti setiap purnama, tilem, atau kajeng kliwon. Namun, perlu diketahui bahwa melukat bukanlah cara untuk menebus dosa.
Bagi umat Hindu, hukum karma hanya akan berhenti bila seseorang sudah mengalami moksha atau pembebasan sempurna.
Prosesi melukat memiliki beberapa variasi sehingga mungkin ada perbedaan antara satu tempat dan lainnya.
Urutan melukat di pancuran air biasanya berbeda sesuai tempat, ada yang berurutan dari kanan ke kiri, kiri ke kanan, bahkan dari tengah.
BACA JUGA:Mengungkap Keunikan Wisata Alam Goa Tlorong di Karanganyar!
Proses melukat akan dipimpin oleh seorang sulinggih atau pendeta Hindu.
Selain itu, ada sesajen berupa pejati, dupa dan canang sari, yang akan diberikan oleh Sulinggih untuk mantra.
Ada juga air kelapa berwarna gading, yang dianggap air suci. Mereka yang akan ke Melukat akan dimainkan dengan seruling dan kemudian disiram dengan air suci.
Ritual berlanjut untuk membersihkan pikiran dan tubuh dengan membasuh diri di mata air.
BACA JUGA:Menyelami Keunikan Curug Love, Destinasi Wisata Air Terjun Tersembunyi di Bogor!
Setelah membasuh diri dengan air, pengunjung dapat membilas tubuh dan berganti pakaian seperti biasa.
Anda kemudian dapat berdoa dan memercikkan air suci oleh pendeta atau pejabat setempat.
Adapun beberapa aturan yang harus dipatuhi antara lain mengganti pakaian dengan kain Bali, wanita yang tidak haid, tidak mandi dengan sabun dan sampo.