Masyarakat Makin Melek Transaksi Digital

Sabtu 29 Aug 2026 - 16:52 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

KORANPAGARALAMPOS.COM - Transformasi digital terus didorong Pemerintah Kota Pagar (Pemkot) Alam, untuk memperkuat perekonomian masyarakat.

Salahsatunya melalui pemanfaatan sistem pembayaran digital yang semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Semangat tersebut terlihat dalam Gebyar QRIS dan Perlindungan Konsumen (Gebyar QRIS-PK) Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Merdeka Kota Pagar Alam, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) sekaligus memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

BACA JUGA:Rampas Aset

Gebyar QRIS-PK dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha. Turut hadir Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono, Forkopimda Pagar Alam, Ketua TP PKK Kota Pagar Alam Hj. Hera Parianti Ludi, jajaran Pemkot Pagar Alam, perbankan, instansi vertikal, organisasi wanita, pelaku UMKM, mahasiswa, pelajar hingga masyarakat.

Dalam sambutannya, Hj. Bertha menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan yang telah memilih Kota Pagar Alam sebagai salah satu pusat pelaksanaan Gebyar QRIS-PK Tahun 2026.

Menurutnya, penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bukan sekadar menghadirkan kemudahan dalam bertransaksi, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi digital di daerah.

BACA JUGA:Toko PKK Serame Etalase Produk Lokal

Digitalisasi pembayaran dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor UMKM, perdagangan, pariwisata hingga pelayanan publik.

“Semoga kegiatan ini dapat memperkuat ekosistem ekonomi digital di Kota Pagar Alam, meningkatkan daya saing UMKM, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Hj. Bertha.

Tak hanya mendorong penggunaan QRIS, kegiatan tersebut juga menjadi momentum meningkatkan literasi dan perlindungan konsumen. Masyarakat diberikan edukasi mengenai keamanan dalam bertransaksi secara digital serta pentingnya memahami hak-hak sebagai konsumen.

Menurut Hj. Bertha, perkembangan transaksi digital harus diiringi dengan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat. Dengan demikian, kemudahan teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengabaikan aspek keamanan.

BACA JUGA:Rampas Aset

Gebyar QRIS-PK juga dikemas dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal. Mulai dari senam sehat massal, expo dan bazar produk UMKM, pasar murah Bulog hingga edukasi interaktif.

Kategori :