Menurut Bertha, posisi geografis Pagar Alam membuat wilayah tersebut turut merasakan dampak kebakaran yang terjadi di daerah lain.
Kota Pagar Alam, kata dia, pada umumnya lebih banyak menerima dampak asap dari kebakaran yang terjadi di wilayah kabupaten/kota tetangga maupun daerah lain di Provinsi Sumatera Selatan.
BACA JUGA:Semarak HUT RI ke-81, Sekolah Muhammadiyah Pagar Alam Raih Sejumlah Juara
“Akibat kabut asap tersebut dampaknya dapat meluas terhadap distribusi logistik, mobilitas masyarakat, hingga aktivitas perekonomian masyarakat,” pungkasnya.
Karena itu, menurut Bertha, penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kerja bersama antara pemerintah, aparat keamanan, instansi terkait dan masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini.