Perang Bintang

Sabtu 11 Jul 2026 - 15:27 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Setelah mendengar bantahan itu netizen menulis: "kalau tidak ada yang punya berarti itu punya saya". Seorang wartawan tua menulis: "Itu punya saya. Akan saya ambil sekarang".

Intinya: kasus ini masih akan seru dan berkembang sangat panjang. Kejaksaan Agung belum lama menangkap dua jenderal polisi dalam kasus Makan Bergizi Gratis. Kini Mabes Polri mengincar ”jenderal” di Kejaksaan Agung.

Setelah dua hari hanya bisa membaca, saya pun merenungkan apa yang pernah saya tulis: apakah peristiwa ini menandakan Indonesia sudah mencapai tipping point atas meluas dan memprihatinkannya korupsi?

Anda sudah ingat: saya pernah menulis bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi di Indonesia harus menunggu terjadinya tipping point. Kemarin-kemarin diberantas seperti apa pun tidak akan berhasil.

BACA JUGA:Selaraskan Arah Pembangunan Daerah dan Prioritas Nasional

Sudah sangat mengakar. Masing-masing punya rahasia dan bunya backing. Seperti diungkapkan Prof Mahfud MD, situasnya sudah saling menyandera.

Anda sudah tahu: di Hong Kong dulunya juga seperti itu. Lebih parah. Korupsinya lebih hebat dari di Indonesia. Sampai perawat yang sudah pegang alat suntik pun belum akan menyuntikannya kalau belum disogok. Petugas pemadam kebakaran yang sudah tiba di lokasi kobaran api belum akan nenyemprotkan air sebelum diberi uang sogokan.

Puncak dari saling sandera korupsi di sana adalah saling serang antara penegak hukum. Bahkan saling serang sesama polisi. Masing-masing penegak hukum menjadi backing pihak yang berlawanan.

Bahkan sesama polisi bisa mem-backing-i dua pihak yang berseberangan. Akhirnya saling bongkar. Saling tembak. Meletuslah kekerasan fisik dan senjata antar backing.

BACA JUGA:Desak Febrie Mundur dari Jampidsus

Itulah tipping point korupsi di Hong Kong.

Semua penegak hukum tidak bisa dipercaya.

Lalu lahirlah ”KPK” di sana.

Setelah itu Hong Kong menjadi sangat bersih dari korupsi, sogok, dan suap. Anda juga sudah tahu: saya pernah mendatangkan ketua ”KPK” Hong Kong ke Jakarta. Di zaman Presiden Megawati Soekarnoputri.

Tapi ide yang saya kembangkan saat itu ditolak oleh hampir semua kalangan. Yakni pengampunan korupsi seperti yang dilakukan di Hong Kong setelah terjadinya tipping point.

BACA JUGA:Ragam Cerita Legenda dari Danau di Indonesia yang Turun-Temurun

Kategori :

Terkait

Minggu 12 Jul 2026 - 16:56 WIB

Bawah Bantal

Sabtu 11 Jul 2026 - 15:27 WIB

Perang Bintang

Jumat 10 Jul 2026 - 15:22 WIB

Rampok Mamdani

Kamis 09 Jul 2026 - 18:20 WIB

Akhir Bulan Muharram dan Jelang Safar

Kamis 09 Jul 2026 - 16:28 WIB

Untung Hoki