Wasiat Icha

Senin 06 Jul 2026 - 15:00 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Dokter Icha menjelaskan apa yang sudah dijelaskan kepada pasien. Tapi para anggota DPRD dan dokter hewan itu terus menekan dokter Icha. Sambil menuding-nuding. Yang ditekan bergeming tapi harga diri profesinya tercemarkan di mata banyak orang di lokasi IGD itu --termasuk di depan pasien lain. Salah satu anggota DPRD itu wanita.

Dua hari kemudian dokter Icha membuat pengaduan ke pemkab. Dia ceritakan bentuk-bentuk tekanan yang datang dari para pejabat daerah itu. Termasuk menuding-nudingkan tangan ke arah dokter Icha. Bahkan sambil teriak memanggil wartawan.

BACA JUGA: Carlo Ancelotti Santai Hadapi Erling Haaland

Saya sudah membaca copy surat pengaduan tertulis dr Icha itu. Dia merasa pengaduannya tidak mendapat tanggapan. Dia merasa sangat tertekan. Apalagi setelah pengaduan itu dia melihat sosok yang menekan itu datang lagi ke rumah sakit. Bisa saja untuk menengok pasien tapi dr Icha merasa terancam.

Tidak adanya langkah atas pengaduannyi itu membuat dr Icha kian tertekan. Karena itu dia pulang ke Kupang. Berobat. Termasuk ke ahli jiwa. Tanggal 26 Juni dr Icha ditemukan mati tergantung di kamarnyi, di rumah orang tuanyi.

Selama ini masih diragukan apakah keputusan gantung diri dokter Icha ada hubungannya dengan ancaman tersebut. Tapi dengan dibukanya surat yang ditulis sendiri oleh almarhumah maka jelaslah gantung diri itu terkait langsung. Apalagi dalam surat wasiat itu ditegaskan agar mereka yang mengancam itu diusut.

BACA JUGA:5 Pilihan Speaker Partymax Polytron: Spesifikasi Lengkap dan Kisaran Harga Terbaru, Cocok untuk Segala Acara

"Surat itu ditulis tangan atau diprint?".

"Ditulis tangan".

"Berapa panjang? Berapa lembar?"

"Dua halaman. Ditulis di satu lembar kertas bolak-balik".

Berarti panjang sekali waktu yang dipersiapkan untuk gantung diri. Harus menyiapkan tali masih pula harus menulis surat. Bukan niat yang datang sesaat.

BACA JUGA:Kopi Pagar Alam Berpeluang Masuk Batam

Tentu ini akan jadi perkara hukum yang rumit. Kubur dr Icha harus dibongkar untuk otopsi. Memang barang bukti menunjukkan hubungan jelas antara tekanan dan kematian tapi kematian itu diputuskan sendiri oleh yang meninggal dunia.

Menekan dokter pastilah melanggar hukum. Bisa juga dikategorikan sebagai pejabat yang menyalahgunakan wewenang.

Polisi akan bekerja keras menemukan hubungan antara tekanan dan kematian.

Kategori :

Terkait

Senin 06 Jul 2026 - 15:00 WIB

Wasiat Icha

Minggu 05 Jul 2026 - 20:04 WIB

Model Polytron

Sabtu 04 Jul 2026 - 17:06 WIB

Serba Mirip

Jumat 03 Jul 2026 - 15:13 WIB

Hoax Bijaksana

Kamis 02 Jul 2026 - 17:59 WIB

Bahaya Kufur Nikmat