Hoax Bijaksana

Jumat 03 Jul 2026 - 15:13 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

BACA JUGA:Ban Matic Anti Selip dan Tahan Lama, Pilih Michelin City Extra atau Dunlop Scoot Smart 2?

Irwan tidak pernah mau menanggapi hoax. Ia punya prinsip sendiri untuk menghadapinya: terus memperbaiki diri dengan cara menutup celah kesalahan sekecil apa pun. Baik dalam produksi maupun dalam menjaga lingkungan," katanya.

Salah satunya: harus membangun lab yang modern dan mahal. "Agar kalau ada hoax soal mutu Sido Muncul langsung diadakan uji lab yang sangat ilmiah," katanya. Maka inilah satu-satunya industri jamu yang punya lab setingkat farmasi. Bahkan lebih tinggi dari sebagian perusahaan farmasi.

Pernah, suatu hari, Irwan cari tahu siapa pembuat hoax itu. Apa latar belakangnya. Ia kerahkan kekuatan untuk mencari orangnya. Ketemu. Tidak untuk diadukan ke polisi tapi agar tahu apa motif di balik hoax yang dibuatnyi.

BACA JUGA:Morbidelli T250X Resmi Meluncur di Indonesia, Motor Adventure 250cc Siap Tantang Rival di Kelasnya

"Jauh sebelum itu saya sudah punya keyakinan hoax tidak mungkin dilakukan oleh perusahaan pesaing. Pengusaha tidak mau melakukan itu," ujar Irwan.

Ternyata benar. Yang melakukan hoax bukan pesaing. Bahkan bukan pedagang. Dia seorang ibu rumah tangga biasa. 

Sang ibu diundang Irwan ke pabrik Sido Muncul. Ditunjukkan padanyi modernitas pabriknya. Juga modernitas  peralatan lab-nya. Akhirnya sang ibu mencabut posting-annyi.

Bukan itu yang terpenting. Tapi mengapa sang ibu melakukan itu. Ternyata dia sendiri peminum Tolak Angin. Pun suaminyi. Dia mem-posting hoax semata hanya untuk meraih popularitas.

BACA JUGA:AS Tak Terbendung! Menang 2-0 atas Bosnia dan Herzegovina Meski Bermain dengan 10 Pemain

"Menjelekkan perusahaan terkenal akan ikut terkenal", itu prinsip orang seperti ibu itu. Sangat spontan. Lalu menyesal. Tapi sudah membuat kerusakan.

Bahwa Irwan tidak melaporkan ibu itu ke polisi, itulah kepribadian asli Irwan. Ia tipe orang yang tidak ingin cari musuh. Promosi Sido Muncul pun dilewatkan jalan kebaikan. Misalnya sambil melaksanakan operasi katarak. Atau bibir sumbing.

Mudik Lebaran bareng. "Kalau toh promosinya tidak berhasil sudah meninggalkan kebaikan. Dari pada promosi yang gagal dan tidak meninggalkan apa-apa," katanya.

Tidak mau mengadukan orang yang mencelakakannya juga didasari prinsip dalam hidup: harus ada orang yang mau mengalah.

Karena itu di dinding lobi hotel miliknya, Tentrem Semarang, ia pasang lukisan besar seorang ibu Tionghoa yang menasehati anaknyi tentang pentingnya kebijaksanaan dalam hidup. 

BACA JUGA:Ban Matic Anti Selip dan Tahan Lama, Pilih Michelin City Extra atau Dunlop Scoot Smart 2?

Kategori :

Terkait

Minggu 05 Jul 2026 - 20:04 WIB

Model Polytron

Sabtu 04 Jul 2026 - 17:06 WIB

Serba Mirip

Jumat 03 Jul 2026 - 15:13 WIB

Hoax Bijaksana

Kamis 02 Jul 2026 - 17:59 WIB

Bahaya Kufur Nikmat

Kamis 02 Jul 2026 - 16:02 WIB

Niagara SW60+