Mati Besok

Rabu 17 Jun 2026 - 16:57 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Betapa besar harapan Prabowo kepada temannya itu. Seberapa besar keinginannya untuk membuat Bea Cukai sumber pendapatan yang penting di saat negara kesulitan uang.

Sampai-sampai Prabowo mengingatkan kejadian di zaman Pak Harto yang Bea Cukai Indonesia sampai diserahkan ke perusahaan swasta dari Prancis.

Maka agar tidak perlu terulang seperti itu ia pilih temannya sendiri untuk menjabat dirjen Bea Cukai.

Kini berarti sudah tiga teman kepercayaan Prabowo yang mengecewakannya –juga mengecewakan Anda. Padahal waktu tidak berhenti berlari. Sebentar lagi Presiden Prabowo pun sudah akan kehilangan waktu dua tahun.

BACA JUGA:Kove 625 X Pro Hadir di Indonesia, Kombinasi Performa Bertenaga dan Kenyamanan Maksimal untuk Touringx

Tinggal dua tahun lagi pemerintahannya efektif. Di tahun kelima sudah banyak urusan pemilu dan pilpres tahun 2029.

Ibarat petinju yang kian terpojok, ekonomi Indonesia diselamatkan oleh lonceng perdamaian. Memang kondisinya belum separah Pakistan. Tapi kalau perang terus berlangsung jumlah komplikasinya terus bertambah.

Pakistan memang sudah di pojok ring. "Dengan perdamaian itu sudah pasti kita selamat," ujar Menkeu Pakistan Muhammad Aurangzeb, yang mewakili perdana menteri di parlemen di sana Senin lalu.

"Sekarang kita ibarat pasien yang sudah keluar dari ICU," katanya. "Sebelum perdamaian itu Pakistan tinggal menunggu kematian. Bisa besok, bisa lusa," tambahnya.

BACA JUGA:Harga Terbaru Suzuki Karimun Juni 2026 Terungkap, Masih Jadi City Car Murah atau Sudah Naik Simak Disini!

Dengan perdamaian Amerika-Iran itu Pakistan langsung optimistis ekonominya bisa tumbuh tujuh persen. "Kini kemampuan Pakistan dikenal di seluruh dunia," ujar Menkeu.

Tapi pertumbuhan tujuh persen itu bukan hanya karena tidak ada lagi perang. Usaha lainnya adalah: menurunkan pajak. "Pajak tinggi membuat pengusaha menggelapkan pajak. Pemerintah akan membuat pengusaha bangga saat membayar pajak," katanya.

Pakistan tetap optimistis Jumat lusa perdamaian itu ditandatangani di Geneva, Swiss. Dari Iran yang akan tanda tangan adalah ketua parlemennya Mohammad Bagher Qalibaf.

Ia orang kuat Iran. Pernah jadi panglima angkatan udara, panglima polisi, dan wali kota Teheran. Qalibaf-lah yang selama ini menjadi ketua tim negosiasi.

BACA JUGA:Resep Nasi Goreng Ayam Suwir Praktis dan Lezat, Cocok Jadi Menu Sarapan hingga Bekal Sehari-hari

Dari pihak Amerika belum tentu Presiden Donald Trump yang hadir. Hampir pasti Wapres JD Vance yang ke Geneva. Tentu lihat-lihat respons dunia. Bila sangat menguntungkan bisa saja Trump sendiri yang ke sana. Hanya enam jam penerbangan.

Kategori :

Terkait

Minggu 21 Jun 2026 - 16:34 WIB

Undangan Sirry

Sabtu 20 Jun 2026 - 14:22 WIB

Getaran Gempa Terasa Begitu Kencang

Sabtu 20 Jun 2026 - 14:03 WIB

Basah Wet

Jumat 19 Jun 2026 - 16:13 WIB

Dolar Saniharto

Kamis 18 Jun 2026 - 17:12 WIB

Berbakti Pada Ibu