KORANPAGARALAMPOS.COM - Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memajukan sektor pendidikan nasional di tengah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan bahwa anggaran pendidikan tidak berkurang hanya karena adanya program MBG yang saat ini berjalan di berbagai daerah.
Menurut Abdul Mu'ti, anggapan bahwa perhatian pemerintah terhadap pendidikan terbagi akibat MBG tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Ia menegaskan bahwa pembangunan dan revitalisasi sekolah tetap menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
BACA JUGA:Gaji ke-13 ASN Sebentar Lagi Cair
"Kalau ada yang bilang komitmen pendidikan itu dikurangi dengan MBG, itu bukan kenyataan yang kita lihat di lapangan.
Justru komitmen Presiden tetap kuat untuk bagaimana pendidikan ini maju, MBG jalan terus, revitalisasi jalan terus, dan digitalisasi juga jalan terus," ujar Mu'ti.
Sebagai bukti nyata, pemerintah terus menggenjot program revitalisasi sekolah di berbagai wilayah Indonesia.
Fokus utama diarahkan pada sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat, terdampak bencana, serta berada di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
BACA JUGA:Usai Hari Tasyrik, Bersiap Mengelilingi Ka’bah Tujuh Putaran
Tak hanya itu, Kemendikdasmen juga memprioritaskan pembangunan unit sekolah baru, khususnya di Indonesia Timur dan daerah 3T.
Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kesenjangan pendidikan sekaligus memperluas akses belajar bagi masyarakat yang selama ini masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan.
Mu'ti menjelaskan bahwa kebijakan afirmatif tersebut juga menjadi bagian penting dalam mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun yang akan dimulai sejak jenjang taman kanak-kanak.
Dengan tersedianya sarana pendidikan yang memadai, diharapkan seluruh anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas.
BACA JUGA:Sampaikan Imbauan Call Center 110 dan Waspada Longsor