KORANPAGARALAMPOS.COM - Fenomena balap liar di Kota Pagar Alam kini memasuki fase yang semakin meresahkan.
Aktivitas ilegal yang kerap terjadi di sejumlah ruas jalan umum ini tidak lagi dipandang sebagai pelanggaran lalu lintas biasa, melainkan telah berkembang menjadi ancaman serius bagi keselamatan publik.
Aksi kebut-kebutan yang umumnya dilakukan pada malam hingga dini hari ini tidak hanya mengganggu ketertiban masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan yang berpotensi fatal.
Warga pun mulai merasa tidak aman, terutama mereka yang tinggal di sekitar lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar.
BACA JUGA: Nekat Mandi Subuh, Nyawa Pemuda Melayang
Menanggapi kondisi tersebut, jajaran kepolisian bergerak cepat dengan mengambil langkah tegas. Kapolres Pagar Alam AKBP Januar Kencana Setia Persada melalui Kasat Lantas AKP Herman R menegaskan bahwa penanganan balap liar tidak bisa hanya bergantung pada aparat penegak hukum semata.
Diperlukan keterlibatan aktif dari orang tua dan masyarakat untuk mencegah aksi ini terus berulang.
Menurut AKP Herman, sebagian besar pelaku balap liar berasal dari kalangan remaja, bahkan masih berstatus pelajar.
Minimnya pemahaman mengenai risiko dan konsekuensi hukum menjadi salah satu faktor utama yang mendorong mereka terlibat dalam aktivitas berbahaya tersebut.
BACA JUGA:Peringatan Diabaikan, Pemuda Tewas Tenggelam di Curup Mangkok Saat Subuh
“Banyak dari mereka belum sepenuhnya menyadari dampak dari tindakan yang dilakukan. Di sinilah pentingnya peran orang tua dalam mengawasi dan memberikan edukasi kepada anak-anak mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa balap liar bukanlah sekadar ajang hiburan atau unjuk kemampuan berkendara, melainkan tindakan melanggar hukum yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Oleh karena itu, pihak kepolisian terus menggencarkan upaya preventif melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah serta lingkungan masyarakat.
Namun demikian, pendekatan persuasif saja dinilai belum cukup. Kepolisian juga menyiapkan langkah represif bagi para pelaku.
BACA JUGA:Kronologis Pemuda Tenggelam di Curup Mangkok, Subuh Berujung Duka di Pagar Alam