KORANPAGARALAMPOS.COM - Apple kembali mendefinisikan ulang standar laptop masa depan dengan memperkenalkan lini terbaru mereka, MacBook Neo.
Mengambil posisi di antara seri Air yang ringan dan seri Pro yang bertenaga, MacBook Neo hadir sebagai jawaban bagi para profesional kreatif dan pelajar yang menginginkan portabilitas ekstrem tanpa mengorbankan performa komputasi berat.
Inovasi Desain: Lebih Tipis dari Selembar Majalah
MacBook Neo memperkenalkan bahasa desain baru yang disebut "Liquid Aluminum". Dengan ketebalan hanya 8,9 mm, laptop ini menjadi MacBook tertipis yang pernah diproduksi oleh Apple.
Meskipun sangat tipis, Apple berhasil menyematkan sistem pendinginan pasif yang revolusioner, sehingga perangkat tetap dingin meski digunakan untuk tugas berat seperti penyuntingan video 8K atau rendering 3D.
BACA JUGA:5 HP Realme Kamera Terbaik 2026: Benarkah Bisa Saingi Kamera Profesional? Ini Ulasan Lengkapnya!
Performa Kilat dengan Chip M5
Di balik bodinya yang ramping, MacBook Neo ditenagai oleh chipset generasi terbaru, Apple M5.
Berdasarkan uji performa internal, chip ini menawarkan peningkatan kecepatan CPU sebesar 35% dan GPU hingga 50% dibandingkan generasi sebelumnya.
Keunggulan utama dari chip M5 di MacBook Neo adalah integrasi Neural Engine yang dioptimalkan sepenuhnya untuk fitur-fitur kecerdasan buatan (AI) terbaru di macOS.
BACA JUGA:Non-subsidized LPG Prices Soar, Strangling Residents and MSMEs by Energy Costs
Layar Retina XDR Pro: Visual Tanpa Batas
Layar MacBook Neo menggunakan panel Retina XDR Pro berukuran 14,2 inci dengan bingkai (bezel) yang hampir tidak terlihat.
Dukungan teknologi ProMotion hingga 120Hz memastikan setiap gerakan di layar terasa sangat halus.