Daftar Keinginan
Oleh: Dahlan Iskan
KORANPAGARALAMPOS.COM - Setelah 25 hari IsAm-Iran siapa yang menang? Setidaknya untuk sementara?
Dua-duanya kalah. Itu kesimpulan saya.
Banyak yang menilai Amerika Serikat kalah. Tapi tidak ada yang menilai Iran sudah menang.
BACA JUGA:Toyota Kijang LGX 2026 Hadir Kembali Ini Bocoran Desain, Fitur Modern, dan Prediksi Harganya!
Amerika dinilai kalah karena tujuannya menyerang Iran gagal total: mengganti pemerintahan dari yang anti-Amerika ke pro-Amerika.
Kalau toh Iran dikatakan menang, itu karena tidak ada negara lain yang mampu melawan Amerika (plus Israel) sehebat Iran.
Sudah dihujani bom selama 25 hari, Iran masih bisa terus membalasnya. Bahkan kian ke belakang kian modern senjata balistik yang diluncurkan ke Israel.
Iran pun siap untuk perang panjang. Amerika yang justru kelihatannya tidak siap.
Tiba-tiba saja di hari ke-25 Presiden Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran sangat memberi harapan dan produktif.
Keruan saja Iran kaget: kapan ada pembicaraan dengan Amerika. Bahkan Iran menegaskan: sudah tidak ada lagi ruang untuk diplomasi.
Tapi upaya ke arah perundingan memang terjadi. Pakistan yang memegang peran penting. Pakistan menyediakan diri untuk menjadi tempat perundingan: Islamabad.
Pakistan berbatasan dengan Iran. Tapi juga sahabat Amerika. Akibat perang ini, Pakistan termasuk negara yang paling menderita: miskin, tidak punya sumber minyak, penduduknya besar.