Krisis Bahlil

Selasa 03 Mar 2026 - 14:44 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Krisis Bahlil

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - Perangnya di Iran krisisnya bisa di Indonesia: krisis batu bara –berakibat krisis listrik.

Penyebabnya dua: produksi batu bara berkurang dan harga ekspor naik.

Produksi berkurang bisa dilihat dari dua sudut: yang menyenangkan dan tidak menyenangkan.

BACA JUGA: Bom Suci

Yang menyenangkan: pemerintah kelihatannya sengaja membatasi produksi batu bara. Agar tidak dikuras seperti delapan tahun terakhir. Alam hancur. Cadangan menipis. 

Yang kurang menyenangkan: itu akibat persetujuan pemerintah yang lambat atas rencana kerja tahunan perusahaan-perusahaan tambang.

Banyak perusahaan tambang yang empot-empotan akhir tahun 2025: sampai Desember tahun itu rencana kerja mereka untuk tahun 2026 belum disetujui. Padahal biasanya sebulan sebelumnya persetujuan sudah di tangan. 

Perang Iran kelihatannya akan lebih panjang dari mimpi bersama Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Krisis batu bara juga bisa berakibat panjang –sampai seperti listrik di Indonesia ikut kena rudal.

BACA JUGA:Inilah Kisah Misterius di Hotel Bali Kuta Resort yang Bikin Merinding, Tamu Mengaku Alami Kejadian misterius

Ada yang sampai minggu keempat Desember lalu rencana kerja itu belum disetujui. Padahal seharusnya seminggu kemudian mulai menambang. Yang harus menyetujui: menteri ESDM.

Mungkin Bahlil Lahadalia masih merenung. Atau cari petunjuk: apakah ada perusahaan yang rencana tahunannya perlu ditolak. Atau jumlah produksinya tidak boleh lagi gila-gilaan seperti selama ini –sampai ada satu perusahaan yang labanya Rp 2 triliun sebulan.

Anda sudah tahu: biar pun Anda punya tambang tidak begitu saja langsung bisa mengeduk batu baranya. Tiap menjelang akhir tahun Anda harus mengajukan rencana kerja untuk tahun berikutnya: Anda ingin berproduksi berapa puluh ribu ton.

Rencana Anda itu akan dievaluasi: apakah Anda benar-benar mampu berproduksi sebanyak yang Anda usulkan. Akan dilihat dulu berapa produksi Anda di tahun sebelumnya.

Kategori :

Terkait

Sabtu 30 May 2026 - 12:49 WIB

Pet Byar

Jumat 29 May 2026 - 15:40 WIB

Randy Sunda

Kamis 28 May 2026 - 17:42 WIB

Keikhlasan

Kamis 28 May 2026 - 17:26 WIB

Gu Lebang

Rabu 27 May 2026 - 17:09 WIB

Gubuk Dea