Bom Suci

Senin 02 Mar 2026 - 17:07 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Di Iran presiden itu seperti ketua tanfidziyah di organisasi NU di Indonesia. Sedang pemimpin tertinggi berada di tangan ketua dewan syuriah.

Sekali lagi terbukti: perang zaman sekarang banyaknya jumlah tentara tidak penting lagi. Apa yang terjadi di Iran kian membuktikan bahwa yang terpenting adalah teknologi tinggi.

Yang terpenting kedua: kecanggihan intelijen. Banyaknya batalion konvensional hampir tidak ada gunanya. 

Kelebihan perang jenis ini adalah: yang jadi korban pertama adalah para pemimpin tertinggi. Lalu para pemimpin level di bawahnya. Prajurit justru lebih selamat.

BACA JUGA:Tetap Perawan

Maka istilah pion dikorbankan lebih dulu –seperti dalam permainan perang di catur– tidak berlaku lagi. Lawan sudah bisa melakukan skakmat ketika semua pion masih utuh berbaris di depan raja.

Di catur, ketika raja mati, permainan selesai. Di Iran, Ali Khamenei bukanlah raja catur. Khamenei-Khamenei berikutnya masih banyak sekali. Tidak akan habis-habisnya.

Kecuali kota Qom –saya pernah sekali ke Qom– disapu bom jarak jauh sampai luluh lantak. Di kota itu banyak mahasiswa Indonesia –sekitar 200 orang.

Di Iran kematian itu dianggap mulia. Apalagi bagi orang yang sudah berumur 86 tahun seperti Ali Khamenei. Apalagi ia sudah 36 tahun menjabat ketua dewan syuriah Iran –sejak menggantikan Ayatollah Rukhullah Khomaini pada tahun 1989.

BACA JUGA:Suzuki Smash 115 2026 Resmi Bangkit di Asia Tenggara, Motor Bebek Legendaris Kini Lebih Modern dan Super Irit

Sedekat-dekat negara seperti Arab Saudi, Qatar, UEA, Kuwait dengan Amerika Serikat terbukti kalah dekat dengan Israel. Sebenarnya Israel-lah yang ngotot menghancurkan pemerintah Iran: mengajak Amerika. Pun kalau Amerika tidak mau Israel akan melakukannya sendiri. 

Tekanan negara-negara Arab pada Amerika kalah kuat oleh tekanan Israel.

Israel menganggap saat ini adalah waktu yang tepat untuk menghancurkan Iran. Yakni ketika satelit-satelit Iran di sekitar Israel sudah berhasil dilemahkan.

Hisbullah yang di Lebanon sudah dihancurkan. Rumah pemimpin tertinggi Hisbullah di Beirut, Nasrullah, dibom jarak jauh oleh Israel. Satu rumah dibom dengan kekuatan bom 80 ton.

BACA JUGA:Update! Performa Mesin Honda Scoopy 2026, Bikin Nyaman dan BBM Irit untuk Perjalanan Harian

Tentu beberapa rumah di sekitarnya ikut hancur. Getarannya pun sampai memecahkan kaca bangunan di jarak 5 km dari rumah Nasrullah.

Kategori :

Terkait

Senin 08 Jun 2026 - 17:26 WIB

Kanan Dalam

Minggu 07 Jun 2026 - 16:41 WIB

Neo Pop

Sabtu 06 Jun 2026 - 17:04 WIB

Lewat Pasrah

Jumat 05 Jun 2026 - 17:01 WIB

Tidak Mati

Kamis 04 Jun 2026 - 16:14 WIB

Agus Deyang