Jakarta Malang

Sabtu 07 Feb 2026 - 16:40 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

BACA JUGA:Gak Perlu Ganti HP tiap Tahun! Redmi Note 14 5G Resmi Hadir: Harga 2 Jutaan dengan Jaminan Update Keamanan

Kiai Imam adalah garis politik di NU. Ia tidak menjadi politikus, tapi membiayai banyak kader NU yang ingin jadi anggota DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Naik drastisnya kursi PKB di Pemilu lalu, antara lain berkat jasanya.

Imam masih belum puas. Harusnya PKB jadi pemenang Pemilu –kalau semua orang NU mendukung PKB. Ia terlihat begitu jelas anti kubu Gus Yahya. Gus Yahya dinilainya sebagai tokoh yang menjauhkan NU dari PKB.

Tapi Imam juga tidak hadir di perhelatan besar di Malang nanti. "Ada kunjungan duta besar ke pondok kami," katanya.

Rasanya dikatakan tidak bisa lagi bersatu juga tidak. Rabu kemarin tepat pleno lengkap bisa diadakan. Semua pihak hadir –meski Kiai Akhyar hadir secara zoom. Tapi hadir. Dan suasananya enak. Membicarakan agenda muktamar persatuan akan datang.

BACA JUGA:Spesifikasi Mobil Tesla, Performa Listrik, Jarak Tempuh Jauh, dan Teknologi Autopilot Canggih

Tapi melihat gencarnya publikasi, acara yang di Malang lusa memang terlihat akan sangat meriah. Akan jauh mengalahkan yang di Jakarta.

Momentumnya juga lebih pas: krisis bursa saham sudah mulai pulih. Presiden Prabowo sudah bisa hadir di Malang. Persiapan kehadirannya sudah terlihat matang.

Kehadiran Presiden Prabowo di HUT NU di Malang itu bisa ditafsirkan sangat dalam: pemerintah berpihak ke kubu yang mana.

Waktu Gus Yahya mengadakan acara yang sama di Istora, presiden tidak hadir. Konon Presiden mau hadir kalau undangan untuknya ditandatangani empat orang: Kiai Akhyar (rais aam), Kiai Said Asrori (katib aam), Gus Yahya (ketua umum), dan Gus Ipul (sekjen). 

BACA JUGA:Suzuki XBee Pamer di IIMS 2026, Calon Penerus Ignis dengan Gaya Retro Modern

Waktu itu, dari pihak pemerintah yang hadir adalah Menteri Agama Prof Dr Nasaruddin Umar. Tokoh NU moderat. Tidak berpihak ke mana pun.

Wartawan Disway yang meliput acara di Senayan itu mencatat suasana yang kurang meriah. Tidak seperti biasanya kalau NU bikin acara massal.

Mungkin karena hujan mengguyur Jakarta berhari-hari tiada henti. Mungkin juga karena harga saham lagi jatuh sedalam-dalamnya di tanggal itu. Siapa tahu banyak warga NU yang main saham sehingga mereka sedang dalam suasana sangat berduka.

Mungkin juga mereka sudah menangkap sinyal bahwa presiden tidak hadir di acara itu. Anda, yang NU pun bisa membaca suasana kebatinan presiden yang lagi tidak mood untuk berada di tengah kemeriahan masa.

BACA JUGA:Polytron Fox 350, Maxi Skutik Listrik dengan Fitur Canggih, Ini Kelebihan dan Kekurangannya!

Kategori :

Terkait

Sabtu 07 Feb 2026 - 16:40 WIB

Jakarta Malang

Jumat 06 Feb 2026 - 17:50 WIB

Makan Susu

Kamis 05 Feb 2026 - 18:06 WIB

Bulan Bulat

Kamis 05 Feb 2026 - 17:09 WIB

Menghargai Perbedaan

Selasa 03 Feb 2026 - 17:38 WIB

Ibadah Stres Oleh: Dahlan Iskan