PT Bukan

Senin 02 Feb 2026 - 17:23 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Bursa Hongkong langsung 'meledak': dipercaya global sekaligus dipercaya T.

Setelah reformasi itu terjadilah gelombang besar IPO perusahaan T di HK. Dunia pun menyerapnya.

BACA JUGA:Vivo V70 Series Kantongi TKDN, Sinyal Kuat Segera Rilis di Indonesia dengan Kamera Zeiss Ultra Chroma

Momentum seperti itu yang tidak ada di Singapura. Bursa Singapura langsung tertinggal kian jauh dari bursa HK.

Kita --saya sering mengetik kata 'kita' di keyboard, ternyata yang muncul di layar 'kota' --juga punya momentum untuk berubah: yakni datangnya ancaman dari MSCI. Ancaman itu berisi: bursa kota akan diturunkan kelasnya dari 'emerging' ke 'frontier' --kelas terbawah.

Kita masih punya waktu: akhir Mei. Empat bulan. Rasanya cukup. Meski Kiki mengucapkan kata abstrak 'secepat mungkin' rasanya tiga bulan selesai.

Kan mudah: tinggal bikin daftar apa yang diinginkan MSCI. Lalu satu persatu diselesaikan. Pakai deadline. Pakai dashboard.

BACA JUGA:Huawei Nova 14 Pro Resmi Masuk RI, Desain Tipis & Kamera Malam yang Menakjubkan

Hanya bila ada 'kepentingan' yang akan menghambat pencapaian target reformasi itu. Meski kita benci pada antek asing apa boleh buat: kita harus penuhi semua itu. Setidaknya sebagian besarnya.

Vietnam juga menghadapi hal yang sama: dengan tujuan berbeda. Kita harus memenuhinya agar jangan diturunkan kelas kita. Vietnam ingin memenuhi kreteria MSCI agar bisa segera naik kelas: ke kelas emerging.

Maka akan ironi kalau Juni depan terjadi lukir Indonesia-Vietnam: ia berhasil naik kelas dan kita justru turun kelas. Vietnam menjadi emerging dan kita turun ke frontier.

 

Kategori :

Terkait

Selasa 03 Feb 2026 - 17:38 WIB

Ibadah Stres Oleh: Dahlan Iskan

Senin 02 Feb 2026 - 17:23 WIB

PT Bukan

Minggu 01 Feb 2026 - 17:49 WIB

Agak Laen

Sabtu 31 Jan 2026 - 15:08 WIB

Gempa M 2,9 Guncang Mukomuko Bengkulu

Sabtu 31 Jan 2026 - 15:00 WIB

Cherokee Marlaina