Bursa Hongkong langsung 'meledak': dipercaya global sekaligus dipercaya T.
Setelah reformasi itu terjadilah gelombang besar IPO perusahaan T di HK. Dunia pun menyerapnya.
Momentum seperti itu yang tidak ada di Singapura. Bursa Singapura langsung tertinggal kian jauh dari bursa HK.
Kita --saya sering mengetik kata 'kita' di keyboard, ternyata yang muncul di layar 'kota' --juga punya momentum untuk berubah: yakni datangnya ancaman dari MSCI. Ancaman itu berisi: bursa kota akan diturunkan kelasnya dari 'emerging' ke 'frontier' --kelas terbawah.
Kita masih punya waktu: akhir Mei. Empat bulan. Rasanya cukup. Meski Kiki mengucapkan kata abstrak 'secepat mungkin' rasanya tiga bulan selesai.
Kan mudah: tinggal bikin daftar apa yang diinginkan MSCI. Lalu satu persatu diselesaikan. Pakai deadline. Pakai dashboard.
BACA JUGA:Huawei Nova 14 Pro Resmi Masuk RI, Desain Tipis & Kamera Malam yang Menakjubkan
Hanya bila ada 'kepentingan' yang akan menghambat pencapaian target reformasi itu. Meski kita benci pada antek asing apa boleh buat: kita harus penuhi semua itu. Setidaknya sebagian besarnya.
Vietnam juga menghadapi hal yang sama: dengan tujuan berbeda. Kita harus memenuhinya agar jangan diturunkan kelas kita. Vietnam ingin memenuhi kreteria MSCI agar bisa segera naik kelas: ke kelas emerging.
Maka akan ironi kalau Juni depan terjadi lukir Indonesia-Vietnam: ia berhasil naik kelas dan kita justru turun kelas. Vietnam menjadi emerging dan kita turun ke frontier.