Kumpul Optimis

Selasa 27 Jan 2026 - 17:57 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Kumpul Optimis

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - Dua hari yang happy: Sabtu-Minggu kemarin. Sejak pagi sampai menjelang malam. Itulah hari-hari penuh optimisme: kumpul bersama 50 pengusaha kecil-menengah.

Wira-wiri dalam satu bus: ''wisata bisnis bersama Disway''. Nama kerennya: Disway Explore Business Jatim Series.

Kunjungan pertama kami ke pabrik kosmetik: Viva. Yang sudah berusia 62 tahun. Saya kenal pemilik generasi pertamanya. Pun sampai yang kini generasi ketiga. Konimex Solo juga punya saham di Viva.

BACA JUGA:Tertarik dan Kembangkan Potensi Budaya Besemah

Dari peserta wisata ini saya tahu: bisnis kosmetik kini menjamur ibarat jamur. Begitu banyak anak muda yang punya follower medsos lebih dari 10.000 bisa memanfaatkan follower-nya: bikin bisnis kosmetik: umumnya dimulai dari produk skin care.

Mereka tidak harus punya pabrik. Seribu satu cara mereka upayakan untuk menemukan resep ramuannya. Lalu pergi ke pabrik yang bisa meramu dan mengemaskannya. Dalam bahasa Belanda disebut Maakloon.

Banyak pabrik yang menerima pekerjaan maklon seperti itu. maklon artinya: menyerahkan pekerjaan ke orang lain. Zaman dulu, yang biasa dimaklonkan adalah tekstil. Atau produk kulit. Lalu apa saja. Di zaman modern berkembang ke kosmetik.

BACA JUGA:Insentif Guru Honorer Naik Cepek Ceng

Bahkan kini ada kosmetik yang produsennya hanya punya nama: resepnya pun terserah tempatnya maklon. Pokoknya akan digunakan untuk apa dengan merek apa.

Di zaman gempuran ''semut'' bisnis kosmetik saperti itu Viva masih terus bertahan. Saya istilahkan ''semut'' karena produk kosmetik itu skalanya kecil tapi banyaknya seperti semut. Setiap ada yang mati satu tumbuh 999 yang baru.

Itu bukan kali pertama Viva menerima gempuran di pasar. Di awal Orde Baru Viva dikepung oleh produk-produk kosmetik asing. Oleh nama-nama besar. Viva justru mendeklarasikan sebagai kosmetik made in lokal Indonesia. 

Viva tahu Indonesia itu negara tropis. Kosmetik asing dibuat untuk kulit empat musim. Dengan mengibarkan ''made in'' Indonesia justru Viva ingin meneguhkan: dirinyalah yang lebih tahu iklim tropis.

BACA JUGA:Dukung Program Presiden Prabowo, Polres Pagar Alam Gelar Panen Jagung di Kelurahan Selibar

Kategori :

Terkait

Minggu 05 Apr 2026 - 16:32 WIB

Agus Mustofa

Sabtu 04 Apr 2026 - 16:24 WIB

Rumah Ahmadi

Jumat 03 Apr 2026 - 17:41 WIB

Kang Dasep

Kamis 02 Apr 2026 - 16:32 WIB

Kematian

Kamis 02 Apr 2026 - 14:43 WIB

Rencana Pindah