Transformasi Ngambek

Jumat 23 Jan 2026 - 17:30 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Di tengah ngambeknya para dokter itulah bupati mau menemui mereka. Tapi tidak mau mengangkat Supriyanto jadi pimpinan mereka. Bupati memilih dokter yang lebih senior. Si senior tidak mau.

Akhirnya Supriyanto merayu si senior: agar mau saja menerima jabatan itu. Si senior akhirnya mau dengan syarat: Supriyanto yang lebih banyak menjalankannya.

BACA JUGA:Ketua TP PKK Pagar Alam Hadiri Gala Dinner Sambut Kedatangan Kepala BNN RI di Lahat

Mereka bersetuju.

Itulah awal perubahan. Sistem penggajian dokter diubah. Tidak lagi berdasar panjangnya masa pengabdian tapi berdasar peran, beban kerja, dan prestasi.

Dengan cara itu ternyata bukan saja pendapatan dokter yang naik. Pendapatan rumah sakit pun drastis. Rumah sakit jadi punya kemampuan memperbaiki penghasilan perawat dan menambah peralatan.

Ketika Supriyanto sudah menjadi direktur, ia pernah ngambek lagi. Gara-gara rumah sakit dianggap sudah sudah punya uang jadilah sasaran: dicurigai ada korupsi di dalamnya. Rumah sakitnya digerebek APH. Sehari penuh. 

BACA JUGA:Pemprov Sumsel Prioritaskan Dua Titik BTS Atasi Blankspot Jalur PALI–Musi Rawas

Dokter Supriyanto seperti frustrasi. Sudah kerja keras. Sudah menciptakan sistem agar tidak ada penyelewengan. Sudah berhasil memperbaiki rumah sakit sampai jadi terbaik di Indonesia. Masih juga dituduh korupsi.

Supriyanto pilih "menghilang". Kalau masuk kantor ia takut waktunya habis untuk melayani APH.

Soal APH ia serahkan ke wakil direktur. Ia hanya berpesan: buka saja semuanya. Jangan ada yang ditutupi. Mereka tidak akan menemukan penyelewengan apa pun.

Akhirnya diketahui: pimpinan APH setempat, kala itu, hanya minta jatah sejumlah uang.

BACA JUGA:Camat Dempo Tengah Ajak Warga Jaga Kebersihan Lingkungan di Musim Hujan

Seorang wartawan setempat bersimpati kepada Supriyanto. Ia viralkan peristiwa penggerebekan itu. Heboh. Sampai menteri kesehatan kala itu kaget. Sang menteri pernah ke RSUD itu. Pujian diberikan setinggi langit. Kok ada masalah.

Supriyanto pun akhirnya terbebas dari urusan APH. Ia semangat lagi memajukan rumah sakit daerah itu.

Pun para pemimpin transformasional tidak lepas dari frustrasi. Bedanya: mereka tahu ngambek hanya sebagai taktik. Misi tidak boleh berubah. Tetap teguh memegang keinginan untuk maju --lewat perubahan besar.

Kategori :

Terkait

Selasa 28 Apr 2026 - 14:15 WIB

Guru Bimbel

Senin 27 Apr 2026 - 16:29 WIB

Helm Anak

Minggu 26 Apr 2026 - 17:52 WIB

Fisika Arco

Sabtu 25 Apr 2026 - 11:07 WIB

Air Pohon

Jumat 24 Apr 2026 - 17:44 WIB

Da Yunhe