Sebenarnya di New York joget boleh. Disebut dansa. Tapi harus berizin. Izin itu yang dipersulit. Juga dibuat mahal. Maka orang kecil tidak lagi punya arena joget.
BACA JUGA:Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Hadirkan Hadiah Mobil hingga Barang Elektronik
UU itu lahir enam tahun setelah Konstitusi Amerika melarang minuman beralkohol: 1926. Bedanya: UU anti alkohol (1920) masuk dalam Konstitusi Amerika. Berlaku secara nasional. Sedang UU anti joget hanya berlaku di kota New York –ditiru di beberapa kota lainnya saja.
Konstitusi anti alkohol sendiri hanya berlaku selama 13 tahun. Di tahun 1933 dilakukan amandemen ke-2. Setelah itu larangan memproduksi, mengangkut, menjual, dan menyajikan minuman beralkohol dicabut.
Anti joget jalan terus di New York. Sampai ada meme di sana: kalau sedang makan di restoran jangan goyang-goyangkan kepala. Bisa ditangkap polisi.
Beberapa restoran di sana sampai memasang pemberitahuan ini: Tidak Diperkenankan Joget –No Dancing Allowed.
BACA JUGA:Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Hadirkan Hadiah Mobil hingga Barang Elektronik
Umumnya orang kulit hitam tidak bisa tidak goyang. Seperti Anda: begitu dengar lagu ''Zainal'' pantat pun karujutan.
Saya pernah senam-joget bersama ibu-ibu muda Subang. Tiga bulan lalu. Begitu sampai pada lagu ''Zainal'' saya justru sampai berhenti ikut gerakan mereka: ampuuun. Seksi dan menggemaskan. Sampai Nicky, tim pelatih senam kami dari Surabaya saya minta meng-copy-nya.
Kami pun kini rutin ketularan memutar 'Zainal' lengkap dengan gerakannya --mungkin hanya mampu menirukan 70 persen yang di Subang.
Jazz juga seperti ''Zainal'' –begitu mulai terdengar ada irama jazz pundak pun bergerak-gerak.
BACA JUGA:Penyegaran Birokrasi, Gubernur Sumsel Lantik 154 Pejabat Sekaligus
Waktu UU anti joget lahir di New York aliran musik jazz sudah mulai melanda Amerika. Termasuk melanda Brooklyn yang termiskin di dunia –dunia New York. Maka ada yang menganalisis jazz-lah yang sebenarnya disasar oleh UU itu.
Jazz, kala itu, hanya mampu tampil di pub-pub kecil. Begitu ada UU anti joget mereka kesulitan. Tidak kuat urus izin.
Saya tidak tahu persisnya. Saya harus bertanya ke Perusuh Disway seperti Liang nun di Skandinavia sana.
Orang Brooklyn tidak perlu restoran untuk bergoyang. Toh tidak mampu. Juga tidak cukup berani untuk tetap memainkan jazz. Maka lahirlah hip hop. Di gang-gang Brooklyn.