Kasus DBD di Sumsel Capai Ribuan

Selasa 13 Jan 2026 - 17:57 WIB
Reporter : Dep
Editor : Edi

KORANPAGARALAMPOS.COM - Penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di Sumatra Selatan.

Sepanjang tahun 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel mencatat sebanyak 4.130 warga terjangkit DBD yang tersebar di 17 kabupaten dan kota.

Dari total kasus tersebut, angka kematian akibat DBD tercatat sebesar 0,54 persen.

Meski relatif rendah, Dinkes Sumsel menilai angka ini tetap perlu diwaspadai mengingat potensi lonjakan kasus yang kerap terjadi saat musim penghujan.

BACA JUGA:Amang Waron

Kota Palembang menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 934 pasien. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Muara Enim dengan 526 kasus, disusul Kabupaten OKU Timur sebanyak 406 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, mengungkapkan bahwa tingginya jumlah kasus tidak selalu berbanding lurus dengan angka kematian.

Beberapa daerah dengan kasus lebih sedikit justru memiliki tingkat fatalitas lebih tinggi.

“Secara akumulatif, kasus DBD di Sumsel sepanjang 2025 mencapai 4.130.

BACA JUGA:Warga Dempo Tengah Desak Kejelasan Proyek Irigasi DI Lematang

Namun jika dilihat dari persentase kematian, Musi Rawas Utara mencatat CFR tertinggi sebesar 2,86 persen,” ujar Ira, Selasa (13/1).

Selain Muratara, Kabupaten OKU Selatan juga mencatat angka kematian cukup tinggi yakni 1,72 persen, sementara Kabupaten PALI berada di angka 1,32 persen.

Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan penanganan kasus di daerah-daerah tersebut.

Ira menjelaskan, fluktuasi kasus DBD sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca.

BACA JUGA:Jangan Korupsi, Pecat yang Tidak Bagus!

Kategori :