Gula Semut

Rabu 17 Dec 2025 - 16:28 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Kadar kekeringan gula semut memang sangat tinggi. Kandungan airnya paling banyak hanya 5 persen. Terasa sangat kering.

Proses pengeringannya itu lewat sangrai. Karena itu aromanya harum. Apalagi dalam proses sangrai itu harus diberi sedikit minyak kelapa. Minyak klentik. Minyak itu pun harus dibuat dari kelapa yang tumbuh di ladang kelapa itu sendiri.

Semua itu untuk menjaga kemurnian organiknya. Termasuk Tuti punya data amat detail: tiap pohon kelapa binaannya punya data pribadi. Masing-masing pohon punya semacam daftar riwayat hidup. Pun sampai titik koordinat tiap pohon ada datanya. Apalagi perlakuan terhadap setiap pohon kelapa: selalu didata. Tanggal berapa, jam berapa, diberi pupuk apa, disiram air apa dan seterusnya.

BACA JUGA:Perkuat Sinergi Dunia Pendidikan Dukung Pembangunan Daerah

Kini Tuti punya kesibukan baru: memperkenalkan bibit kelapa baru ke para petani itu. Yakni bibit kelapa genjah entok. Kelapa jenis baru ini akan membuat petani lebih mudah bekerja: petani tidak perlu memanjat pohon kelapa yang tinggi.

Sekarang ini ketinggian pohon kelapa petani sudah sekitar 20 meter. Petani harus memanjatnya sehari dua kali: untuk menderes niranya. Pagi dan sore.

Maka tidak mungkin satu petani memanjat keseluruhan 40 pohon miliknya. Padahal waktu terbaik untuk naik pohon adalah  pukul 03.00 pagi dan 15.00 sore. Itu yang hasilnya paling banyak.

BACA JUGA:Gaji PPPK Paruh Waktu Jutaan

Meski berat Tuti berhasil membuat ritme petani kelapa di Banyumas menjadi kebiasaan yang membudaya. Tuti lambang penyuluh pertanian yang sukses --antara lain karena menekuni sisi bisnisnya.

Itu senada dengan hasil penelitian untuk gelar doktor Ira Purpadewi: untuk sukses menjadi pembina sosiopreneur seseorang harus sukses dulu sebagai entrepreneur.

Wanita Disway satunya lagi juga sama: gigih di bidang usaha. Namanyi: Dhipa. Dia juga selalu ikut kumpul-kumpul Perusuh Disway. Setelah jatuh-bangun di Tanah Abang Jakarta, Dhipa,  menekuni laundry dan agen kiriman.

BACA JUGA:PSSI Memutus Kontrak Indra Sjafri

Dari Dhipa-lah saya tahu: mengapa ada toko online seperti Shopee yang bisa memberikan ongkos kirim gratis. Yang lain tidak bisa.

Shopee ternyata menghitung ongkos kirim itu tidak barang-per barang. Melainkan berdasar karungan. Bisa jadi berat satu barang tidak sampai satu kilogram. Padahal ongkos kirim di perusahaan angkutan dihitung per kilogram.

Maka di Shopee barang-barang itu disatukan menjadi satu karung. Berat satu karung mungkin 15 kg. Isinya bisa puluhan paket kiriman.

BACA JUGA:Timnas Indonesia Hancur Lebur di SEA Games 2025

Kategori :

Terkait

Selasa 13 Jan 2026 - 17:04 WIB

Amang Waron

Senin 12 Jan 2026 - 17:14 WIB

Reflek Radjimin

Minggu 11 Jan 2026 - 16:43 WIB

Sirrul Cholil

Sabtu 10 Jan 2026 - 17:03 WIB

Carter 747

Jumat 09 Jan 2026 - 17:07 WIB

Melanggar Sombong