Ira Fatana

Sabtu 13 Dec 2025 - 18:06 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

"Saya bisa pilates tiap hari. Pilates sendiri," kata Ira. Ada alat pilates di tahanan meski yang minimalis.

Di bidang olahraga Ira punya kemampuan baru: pingpong. Seluruh temannya dia kalahkan. Bisa 15-0. Kalau lagi baik hati dia kasih 15-1.

Padahal baru di tahanan itu Ira memegang tepok pingpong. Dia tidak pernah tertarik pingpong. Pada saatnya nanti saya ingin mengetes kemampuan baru pingpongnyi itu.

Saya pun ingin tahu buku apa saja yang dia baca di tahanan. Umumnya buku tentang ekonomi, bisnis, manajemen, dan leadership. Semua dalam bahasa Inggris.

BACA JUGA:Masuk STMKG Tak Harus Bertubuh Ideal, Berkacamata dan Lulusan IPS Bisa Daftar

"Saya juga banyak membaca novel," katanyi. Tentu juga dalam bahasa Inggris. Dia suka novel yang terkait dengan tokoh atau peristiwa masa lalu. Misalnya novel karya Elif Shafak.

Anda sudah tahu judul terlaris karya novelis wanita Turkiye ini: Forty Rules of Love.

Anda juga sudah tahu isinya: tentang Rumi. Jalaluddin Rumi. Yang puisi-puisinya sering Anda kagumi itu. Ini novel tentang perjalanan hidup, filsafat dan renungan Rumi –yang makamnya di kota Konya itu. (Disway 30 Desember 2018: Konya).

Buku lain yang dia baca adalah karya penulis filsafat wanita A. Helwa. Anda sudah tahu judul terbaiknya: Secrets of Divine Love. Dia mendekati pemaknaan Quran dari sudut cinta.

BACA JUGA:Terancam 7 Tahun Penjara

Cinta Tuhan kepada manusia. Bukan Tuhan yang suka mengancam dan menghukum. Maka orang yang sering merasa takut, stres, tidak percaya diri, sangat suka membaca buku ini.

Ira pun menemukan ketenangan lewat buku itu. Dia menempatkan diri sebagai orang yang lagi terkena fitnah. Dia bisa mendalami makna fitnah itu sendiri.

"Di buku itu dijelaskan bahwa fitnah berasal dari bahasa Arab: fatana. Artinya semacam dimurnikan," ujar Ira.

Maka selama di tahanan Ira merasa dirinya sedang dalam proses pemurnian diri. Tentu orang yang terkena fitnah akan mengalami gejolak jiwa.

BACA JUGA:Prabowo: Saya Datang Sesuai Janji

Kian besar fitnah itu kian tinggi gejolak itu. Bisa sangat destruktif. Tapi bisa juga menjadikan jiwa menjadi murni. Tergantung pada sikap dalam menghadapi fitnah itu.

Kategori :

Terkait

Kamis 22 Jan 2026 - 17:36 WIB

HWW

Rabu 21 Jan 2026 - 17:09 WIB

Pati Madiun

Selasa 20 Jan 2026 - 17:56 WIB

Point 100

Senin 19 Jan 2026 - 17:22 WIB

Rambo Batman

Minggu 18 Jan 2026 - 17:15 WIB

Omon Kenyataan