BACA JUGA:Pelaku Curanmor Asal Empat Lawang Diperiksa Satreskrim Polres Pagar Alam, Akui Curi Motor Vario
“Air terjun ini sangat indah, meskipun jalurnya ekstrem dan menantang.
Banyak wisatawan datang hanya untuk berfoto atau bermain air di bawahnya,” kata Elis (25), warga Dusun Mingkik, Minggu (2/11).
Untuk mencapai dasar air terjun, pengunjung harus menuruni tebing curam sejauh sekitar 1 kilometer dari titik parkir terakhir.
Akses kendaraan hanya bisa sampai batas tertentu, setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melalui jalan setapak di lereng Bukit Barisan.
BACA JUGA:Manfaatkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan
Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan wisata Cughup Besemah mulai dikelola oleh karang taruna Dusun Mingkik.
Pengelola telah membangun sejumlah fasilitas sederhana seperti jalur pejalan kaki, tempat istirahat, dan area parkir untuk mempermudah akses wisatawan.
“Kami berusaha memperbaiki akses dan menjaga kebersihan lokasi agar wisatawan lebih nyaman.
Biasanya banyak pengunjung berenang di genangan air di bawah air terjun,” ujar Elis.
BACA JUGA:Toko Atik, Surga Perlengkapan Hiking dan Mendaki
Meski demikian, pengelola dan warga setempat selalu mengingatkan agar pengunjung tidak berenang terlalu ke tengah, mengingat pusaran air di dasar curup memiliki arus bawah yang cukup kuat.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berjibaku di lokasi untuk melanjutkan pencarian terhadap Muhammad Azih Syahri.
Pihak keluarga korban juga terlihat menunggu dengan penuh harap di sekitar area pencarian, sementara suasana duka dan tegang menyelimuti lokasi kejadian.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berwisata ke kawasan air terjun, terutama di musim penghujan, mengingat kondisi debit air yang dapat berubah cepat dan berpotensi membahayakan.