Seafood Sukhoi

Senin 27 Oct 2025 - 18:08 WIB
Reporter : Tommi Robeta
Editor : Tommi Robeta

Oleh: Dahlan Iskan

Presiden Prabowo pasti bangga dengan anak muda satu ini: mampu memproduksi bom pesawat tempur. Juga sudah mampu memproduksi roket. TKDN-nya sudah lebih 80 persen.

Pabriknya di dekat bandara milik TNI-AU yang sekarang juga dipakai pesawat komersial: Abdurrahman Saleh. Di Malang.

Nama perusahaan itu akan Anda kira rumah makan seafood di pinggir jalan atau mungkin warung Tegal: Sari Bahari.

"Saya tahu itu. Banyak yang bertanya seperti itu," ujar pimpinan perusahaan tersebut: Putra Prathama. Ia anak pertama dari tiga bersaudara. Umurnya baru 33 tahun.

Putra adalah putra mahkota di Sari Bahari. Ayahnya masih menjabat direktur utama tapi operasional sehari-hari sudah di tangan Putra –sebagai wakil direktur utama.

BACA JUGA:Siap Harumkan Nama Daerah Lewat Semangat Sportifitas

TNI-AU tentu perlu banyak bom. Utamanya untuk latihan. Sebagian menggunakan bom kosongan. Sebagian lagi bom beneran. Baik yang kosongan maupun yang beneran tidak beda: harus bisa dipasang di pesawat tempur, bisa ditembakkan, dan bisa mencapai sasaran.

Bedanya, bom yang kosongan diberi lampu LED kecil-kecil. Tujuannya: agar ketika ditembakkan bisa diketahui: tepat sasaran atau tidak. Sedang untuk bom beneran akan langsung terlihat dari ledakan di sasaran.

"Kami sudah bisa membuat bom untuk dua jenis pesawat Tempur yang dimiliki TNI-AU," ujar Putra. Yakni bom untuk dipasang di pesawat Sukhoi bikinan Rusia dan bom untuk F-16 bikinan Amerika Serikat.

Sari Bahari sudah memproduksi lebih 10.000 bom seperti itu. Kekuatan ledak terbesarnya sampai 350 ton. Itu besar sekali. Bom jarak jauh Israel yang dikirim untuk menghancurkan rumah bertingkat yang dihuni Hasan Nasrullah di Lebanon kekuatannya 83 ton.

Nasrullah adalah pemimpin tertinggi Hisbullah yang anti Israel di Lebanon. Haul pertamanya diperingati tepat saat saya berada di Beirut bulan lalu. Konvoi besar dilakukan di jalan-jalan raya. Saya sampai takut telat tiba di bandara.

BACA JUGA:Atlet Cilik Raisya Jasmine Persembahkan Medali Perunggu untuk Pagar Alam

Sorenya, saya sengaja ingin tahu di mana pusat peringatan satu tahun tewasnya Nasrullah: di pemakamannya. Di tengah kota Beirut. Orang antre bersujud di makam itu. Dengan sedikit bersilat lidah saya diizinkan masuk. Diizinkan pula memotret. Tapi saya diharuskan bersujud di pinggir makam itu.

Saya membayangkan betapa besar kekuatan bom produksi Sari Bahari itu. Waktu bom yang menghancurkan bangunan Nasrullah itu getarannya ke seluruh kota. Bangunan yang rusak pun begitu banyak.

Kategori :