Tak sedikit pula update yang membawa fitur baru namun justru lebih berat dari versi sebelumnya.
Misalnya tampilan UI yang lebih kompleks atau efek animasi yang boros daya.
Ini membuat HP dengan spesifikasi pas-pasan semakin tertatih-tatih menjalankan tugasnya.
Hasilnya, pengguna sering mengeluh HP-nya makin lambat usai pembaruan.
Lebih parahnya lagi, tak semua update cocok dengan kondisi perangkat.
Kadang update justru menghadirkan bug baru atau crash pada aplikasi.
Alih-alih memberi perbaikan, malah membuat sistem menjadi tidak stabil.
Apalagi jika update berasal dari aplikasi pihak ketiga yang belum optimal di versi Android tertentu.
Lalu, apa solusinya? Salah satu cara yang cukup efektif adalah mematikan fitur update otomatis, baik untuk sistem maupun aplikasi.
Pengguna bisa mengatur pembaruan dilakukan secara manual saat waktu senggang.
Selain itu, rutin membersihkan cache dan memori juga sangat membantu menjaga performa tetap stabil.
Update memang penting untuk alasan keamanan dan fitur baru, tapi harus dilakukan dengan bijak.
BACA JUGA:Teknologi Pengenal Wajah Merambah Banyak Sektor
Jangan asal aktifkan semua pembaruan tanpa mempertimbangkan kapasitas dan spesifikasi perangkat.