Mendekat! Prospek Negara Palestina

Jumat 18 Jul 2025 - 17:56 WIB
Reporter : Thom Yorke
Editor : Thom Yorke

Ada rasa letih AS! Rasa malu! Membiarkan genosida di Gaza terus berlangsung! AS telah menggelontorkan dana hingga USD 22 milyar (The Guardian, 17/7) untuk membantu Israel melawan Hamas. Tanpa ada tanda-tanda perang akan berakhir.

Bahkan! Bila di-rekapitulasi sejak kemerdekaan Israel (1948), keseluruhan finansial (pemborosan) AS untuk perang Israel, berjumlah fantastis! USD 300 milyar! 

BACA JUGA:Beri Penyuluhan Bahaya Bullying dan Narkoba

Sikap Trump yang 'alergi' terhadap defisit AS (lihat motif: "Perang Tarif). "Lamat-lamat" akan berbahaya bagi Israel!

Logis, bila Trump ingin mengakhiri perang Gaza. Netanyahu tidak boleh menganggap 'keran istimewa' dari Presiden-Presiden AS terdahulu, dapat berlaku pada Trump dalam "long term". Trump mudah "berubah-ubah"!

"Rayuan" Netanyahu, yang mengusulkan hadiah Nobel untuk Trump, sesuatu yang mustahil! Bagaimana mungkin pelaku genosida (Netanyahu) memiliki proposal terhormat! 

Kecuali bila Trump mampu memaksa Israel, melahirkan negara Palestina. Dengan wilayah sebelum perang 1967: Tepi Barat (Jerusalem Timur) dan Jalur Gaza. 

BACA JUGA:Lurah, Staf, dan Mahasiswa KKN UNSRI Bersih-bersih Kantor

Tak usah bicara wilayah Palestina sebelum 1948. Tentu, kita akan berbicara soal wilayah "Mandat Inggris", artinya tidak ada Israel! Mandat Inggris, seluruhnya adalah wilayah Palestina, sebelum peristiwa "Nakhba" (pengusiran).

Sejatinya! "Ketenangan" di  Timur Tengah,  hanya bisa dicapai, bila semua pihak menjalankan resolusi PBB, No 181/1947. Sebuah resolusi yang disahkan "General Assembly" PBB (29 November 1947). Yang berbunyi! Mandat Inggris atas Palestina dibagi menjadi dua negara: Arab (Palestina) dan Israel.

Serangan Hamas ke selatan Israel (7 Oktober 2023), yang memunculkan pembantaian 58.000 warga Gaza (1.200 rakyat Israel). Telah memantik kembali Resolusi 181/1947.

"Simbiosa mutualisme", dari pengorbanan 58.000 (genosida) rakyat (Gaza) oleh perang 'asimetris' Israel. Mengundang dunia, untuk kembali "mengaktualisasi"kan Resolusi nomor 181 PBB. 

BACA JUGA:Tingkatkan Kesadaran Pajak

Nah! Mendahului bulan September mendatang (KTT Internasional tentang pembentukan negara Palestina). Harian "The Times of Israel" (17/7) menyebut, para pemimpin dunia akan membahas solusi dua negara bagi penyelesaian konflik komprehensif, Israel-Palestina!

Konferensi  tingkat menteri yang berlangsung di Markas PBB (New York) 28-29 Juli,  akan diketuai bersama oleh Perancis dan Arab Saudi. Barulah, setelah itu KTT-nya diadakan tanggal 22 September di New York, atau Paris. 

Dua agenda "cover both side" (balance), demi suksesnya agenda tersebut, akan mencakup: pengakuan negara Palestina (termasuk Perancis yang belum mengakui), dan normalisasi serta integrasi Israel dengan negara Arab-Muslim.

Kategori :