Para petugas kebersihan dijadikan garda terdepan perubahan.
BACA JUGA:Terkuak! Misteri Candi Wonorejo di Madiun, Warisan Hindu yang Muncul Berkat Petunjuk Gaib
Mereka diberikan pelatihan, alat pelindung, serta tunjangan dan asuransi kesehatan, yang menjadikan profesi ini lebih manusiawi dan profesional.
Langkah-langkah strategis lain juga turut menyukseskan transformasi ini, seperti penerapan denda bagi pelanggar kebersihan, larangan plastik sekali pakai, dan revitalisasi sungai serta ruang publik. Sungai Khan dan Saraswati yang dulunya tercemar parah kini bersih dan kembali menjadi bagian penting ekosistem kota.
Taman kota, jalur pejalan kaki, dan ruang hijau dibangun untuk memperbaiki kualitas hidup warga.
BACA JUGA:Siapakah Bangsa Asyur? dimana Mereka sekarang?
Masyarakat Indore pun memiliki peran besar. Kampanye seperti “Saya Bawa Tas Saya” untuk mengurangi plastik dan “Dabba Gang” yang menargetkan eliminasi buang air besar sembarangan, menunjukkan betapa seriusnya masyarakat dalam menjaga kebersihan kotanya.
Kini, Indore tidak hanya menjadi kota terbersih, tetapi juga kota pertama di India yang menyandang status “kota plus air”, menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengelolaan air limbah dan sumber daya air.
BACA JUGA:Athena, Kota Para Dewa dan Asal Mula Peradaban Barat
Dengan reputasinya sebagai pusat komersial dan pendidikan, serta julukannya sebagai Mini Mumbai dan Detroit of India, Indore menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa terjadi dalam waktu singkat jika ada kemauan, strategi, dan keterlibatan kolektif.
Indore telah membuktikan bahwa kebersihan kota bukan sekadar mimpi, melainkan hasil dari kesungguhan dan kerja bersama.
Kota ini kini menjadi inspirasi, tak hanya di India, tapi juga dunia.