Cegah Pernikahan Dini, Turunkan Risiko Stunting

EDUKASI: Penyuluh Agama Kemenag Pagaralam berikan edukasi kepada peserta didik SMAN 1 Pagaralam, dalam giat sosialiasi pencegahan pernikahan dini digelar TP-PKK Pagaralam.--pagaralampos.com

PAGARALAM POS, Pagaralam – Upaya pencegahan pernikahan dini dikalangan para pelajar, hingga saat ini terus digalakkan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam, dengan turut melibatkan sejumlah pihak.

Seperti yang dilakukan TP-PKK Kota Pagaralam, dengan gelar Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini, bagi siswa/siswi tingkat SMP dan SMA di Kota Pagaralam tahun 2024.

Ditujukan agar para siswa dapat mengetahui penyebab dan bagaimana caranya, supaya tidak terjadinya pernikahan dini dan apa akibat yang ditimbulkan dari pernikahan dini.

Di kesempatan ini pun sejumlah pemateri dihadirkan, mulai dari dr Ester Elita dari Puskemas Bumi Agung, Nurul Huda SAg, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kankemanag Pagaralam hingga Muiza, merupakan pengurus TP-PKK Kota Pagaralam.

BACA JUGA:TER Pajak Penghasilan pasal 21

Nurul Huda SAg, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kankemanag Pagaralam dalam paparan materinya mengajak para siswa, supaya dapat menghindari pernikahan dini.

Hal ini mengingat dampak negatif yang ditimbulkan dari pernikahan dini tersebut.

“Dampak pernikahan dini itu cukup banyak, mulai dari anak bisa putus Sekolah, konflik rumah tangga berujung cerai, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) karena emosi labil, gaya elit ekonomi sulit, anak stunting hingga kematian ibu dan anak,” jelasnya.

Sementara, Pj Ketua TP-PKK Kota Pagaralam Liza Rahayu Pratiwi mengatakan, bahwa PKK sebagai mitra dalam melaksanakan program-program pemerintah dan pencegahan pernikahan dini, merupakan program unggulan TP-PKK Pusat dan Provinsi, maka TP-PKK Kota Pagaralam juga mengikuti menyelaraskan program-program unggulan tersebut.

BACA JUGA:Sejarah Asal-usul Situs Gunung Padang dan Mitos yang Dipercaya Masyarakat Setempat. Semisterius Itu?

“Kita berharap para siswa peserta sosialisasi, mengimplementasikan ilmu yang telah diperolah. Semoga dengan giat ini dapat menurunkan angka pernikahan dini di Kota Pagaralam, yang saat berada di angka 2,30%,” tandasnya. (Cg09)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan