Wawako Ikuti Rakor Penanganan Antrean BBM Bersubsidi
RAKOR: Bertempat di Ruang kerja Wakil Wali Kota Pagar Alam, Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj Bertha ikuti Rakor penanganan antrean BBM bersubsidi bersama Pemprov Sumsel. --ist
KORANPAGARALAMPOS.COM - Pemerintah Kota Pagar Alam terus mendukung upaya penyelesaian persoalan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang belakangan terjadi di berbagai daerah di Sumatera Selatan.
Komitmen tersebut ditunjukkan dengan keikutsertaan Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha bersama Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pagar Alam Cholmin Heryadi dalam rapat koordinasi secara virtual yang membahas penanganan antrean pengisian BBM bersubsidi di SPBU se-Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (7/7).
Rapat koordinasi yang digelar melalui Zoom Meeting tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pertamina, serta pemerintah kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan.
Dalam rapat dijelaskan bahwa antrean panjang di SPBU tidak hanya terjadi di Sumatera Selatan, tetapi juga hampir merata di berbagai wilayah Pulau Sumatera.
BACA JUGA:Sebut 10.334 Peserta Sultan Muda Jadi Modal Besar Dongkrak Ekonomi Sumsel
Salah satu penyebab utama adalah tingginya selisih harga antara BBM subsidi dan non-subsidi yang mendorong semakin banyak kendaraan beralih menggunakan solar maupun Pertalite bersubsidi.
Selain itu, keterbatasan jumlah SPBU yang belum sebanding dengan luas wilayah dan tingginya mobilitas kendaraan turut menjadi faktor yang memperpanjang antrean di sejumlah titik.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga mengungkapkan bahwa kuota BBM bersubsidi yang diterima saat ini masih jauh di bawah kebutuhan riil masyarakat. Dari usulan kebutuhan sekitar 2 juta kiloliter (KL), kuota yang tersedia hanya berkisar 600 ribu KL, sehingga diperlukan langkah-langkah strategis untuk menjaga kelancaran distribusi.
Melalui rapat koordinasi tersebut, pemerintah bersama para pemangku kepentingan membahas sejumlah solusi yang akan diterapkan untuk mengurangi antrean di 186 SPBU yang tersebar di seluruh wilayah Sumatera Selatan.
BACA JUGA:Perkuat Disiplin dan Profeisonalisme ASN
Beberapa langkah yang tengah disiapkan antara lain memperpanjang jam operasional SPBU, menambah jumlah penyalur atau SPBU, melakukan evaluasi terhadap sistem barcode dan verifikasi STNK, serta mengajukan penambahan kuota BBM bersubsidi kepada pemerintah pusat.