Prancis vs Senegal di Piala Dunia 2026: Les Bleus Waspadai Kutukan Memalukan 2002
Prancis vs Senegal di Piala Dunia 2026: Les Bleus Waspadai Kutukan Memalukan 2002--net
KORANPAGARALAMPOS.COM - Timnas Prancis dan Senegal akan membuka perjalanan mereka di Grup I Piala Dunia 2026 dalam laga yang diprediksi berlangsung sengit.
Pertandingan yang digelar di Stadion MetLife, East Rutherford, Amerika Serikat, Rabu (17/6/2026) pukul 02.00 WIB itu bukan hanya menjadi duel pembuka grup, tetapi juga pertarungan sarat sejarah dan ambisi besar kedua tim.
Prancis Usung Status Favorit Juara
Sebagai salah satu kandidat kuat juara dunia, Timnas Prancis datang dengan kepercayaan diri tinggi.
Les Bleus memiliki skuad bertabur bintang dan pengalaman luar biasa setelah dua kali berturut-turut menembus final Piala Dunia.
BACA JUGA: Arab Saudi Tahan Uruguay, Nama Timnas Indonesia Mendadak Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026
Di bawah arahan Didier Deschamps, Prancis tampil impresif sepanjang babak kualifikasi. Mereka hanya kehilangan dua poin dan menunjukkan produktivitas tinggi di lini depan.
Ketajaman serangan menjadi salah satu kekuatan utama yang membuat Prancis difavoritkan meraih kemenangan pada laga perdana ini.
Sorotan tentu tertuju kepada Kylian Mbappe yang semakin dekat dengan rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Prancis. Kecepatan dan insting golnya akan menjadi ancaman besar bagi pertahanan Senegal.
Selain Mbappe, Prancis juga memiliki Ousmane Dembele dan Michael Olise yang siap memberikan kreativitas dan daya gedor dari sektor sayap.
BACA JUGA:Dorong Pelajar Fokus Raih Cita-cita
Bayang-Bayang Kejutan Piala Dunia 2002
Meski lebih diunggulkan, Prancis tidak bisa melupakan sejarah pahit saat menghadapi Senegal di Piala Dunia 2002. Kala itu, Senegal yang berstatus debutan sukses membuat kejutan besar dengan menumbangkan juara bertahan Prancis lewat gol tunggal Papa Bouba Diop.
Kemenangan bersejarah tersebut menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia. Bahkan kekalahan itu menjadi awal kegagalan Prancis mempertahankan gelarnya di Korea Selatan dan Jepang.