79 Akseptor Antusias Ikuti Baksos HUT IBI ke-75
BAKSOS: Kegiatan Bakti Sosial (Baksos) di Puskesmas Bumi Agung dalam rangka memperingati HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75.--Edo/Pagaralampos
KORANPAGARALAMPOS.COM - Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, UPTD Puskesmas Bumi Agung, Kecamatan Dempo Utara, menggelar kegiatan pelayanan KB gratis. Kegiatan ini merupakan bagian dari bakti sosial yang diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75.
Plt Kepala Dinas PPKBP3A, H. Cholmin Hariyadi, SPd, MPd melalui Penyuluh KB Kecamatan Dempo Utara, Rolly Yunanda, menjelaskan bahwa kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Sebanyak 79 akseptor KB tercatat mengikuti pelayanan yang berlangsung pada 16 April tersebut.
BACA JUGA:Temukan Praktik Pungli Berkedok Kartu
“Kami melaksanakan pelayanan KB gratis ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya dalam mendukung program keluarga berencana.
Alhamdulillah, antusias masyarakat cukup tinggi dengan total 79 akseptor yang ikut serta,” ujar Rolly.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi momentum penting dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga yang sehat dan sejahtera.
Ia pun mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam program KB. “Ayo ikut KB, dua anak lebih sehat. Ini penting untuk menjaga kualitas hidup keluarga, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi,” tambahnya.
BACA JUGA:Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng
Rolly juga menjelaskan bahwa pelayanan KB sebenarnya tersedia setiap hari di puskesmas terdekat.
Namun, kegiatan kali ini bersifat seremonial sebagai bagian dari peringatan HUT IBI ke-75, yang secara nasional diperingati sebagai bentuk apresiasi terhadap peran bidan dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak.
Lebih lanjut, ia berharap ke depan semakin banyak masyarakat yang memilih metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), seperti implan dan IUD, yang dinilai lebih efektif dan efisien dalam mendukung program KB berkelanjutan.
“Kami berharap ke depan masyarakat lebih banyak yang beralih ke MKJP, karena metode ini memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dan lebih praktis,” jelasnya.