Sering Pindah D ke N Saat Macet? Berhenti Sekarang Sebelum Transmisi Matik Anda Jebol!

pindah transmisi dari D ke N-pagaralampos-kolase

KORANPAGARALAMPOS.COM - Perdebatan mengenai posisi tuas transmisi yang ideal saat mobil matik terjebak kemacetan seolah tidak ada habisnya.

Banyak pemilik kendaraan yang khawatir bahwa sering memindahkan tuas dari D (Drive) ke N (Neutral) akan membuat komponen girboks cepat aus atau rusak.

Sebaliknya, ada pula yang beranggapan bahwa menahan rem di posisi D justru akan merusak transmisi.

Lantas, bagaimana fakta teknis yang sebenarnya di balik kebiasaan ini? Di tahun 2026, di mana teknologi transmisi seperti CVT dan AT konvensional semakin canggih, memahami cara kerja girboks adalah kunci agar mobil Anda tetap awet.

BACA JUGA:Polytron G3+ Mulai Berseliweran di Jalan Raya, Mobil Listrik Lokal dengan Performa Baterai Mengejutkan

Fakta 1: Posisi D Saat Berhenti Lama Picu Overheat

Saat mobil berhenti namun tuas tetap di posisi D, mesin masih berusaha menyalurkan tenaga ke roda melalui torque converter (pada AT konvensional) atau sabuk baja (pada CVT).

Karena roda tertahan oleh rem, energi tersebut berubah menjadi panas.

Risiko: Jika kemacetan sangat parah dan Anda tetap menahan di posisi D dalam waktu lama, suhu oli transmisi akan meningkat drastis.

Oli yang terlalu panas (overheat) dapat menurunkan kualitas pelumasan dan dalam jangka panjang bisa merusak seal serta komponen internal transmisi.

BACA JUGA:Bocoran Charger Megawatt BYD, Ngecas Mobil Listrik Cuma Hitungan Menit: Siap Masuk Indonesia?

Fakta 2: Mitos "Pindah ke N Bikin Gigi Cepat Aus"

Banyak yang percaya bahwa sering menggeser tuas akan membuat mekanisme pengoper gigi cepat longgar atau aus.

Faktanya: Komponen pemindah gigi pada mobil matik modern dirancang untuk ribuan kali perpindahan. Secara teknis, memindahkan ke posisi N saat berhenti lebih dari 30 detik justru sangat disarankan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan