Awas Baterai Meledak! Jangan Pernah Lakukan Satu Hal Ini Jika Mobil Listrik Anda Terendam Banjir
korsleting baterai-pagaralampos-kolase
KORANPAGARALAMPOS.COM - Curah hujan tinggi yang sering memicu banjir di berbagai wilayah Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi pemilik kendaraan, termasuk pengguna mobil listrik (EV).
Meskipun produsen mobil listrik mengklaim baterai mereka kedap air berkat standar IP67, bukan berarti EV kebal terhadap dampak rendaman air dalam waktu lama.
Penanganan yang ceroboh setelah mobil terendam bisa berakibat fatal, mulai dari kerusakan sistem elektronik hingga risiko korsleting pada baterai tegangan tinggi.
Berikut adalah hal-hal yang haram dilakukan jika mobil listrik Anda terkena banjir:
1. Jangan Pernah Mencoba Menyalakan Mesin
Kesalahan paling umum dan paling mematikan adalah mencoba menyalakan mobil setelah terendam.
Jika air masuk ke komponen elektronik atau area soket pengisian daya, menyalakan sistem Power dapat memicu arus pendek (korsleting).
Hal ini tidak hanya merusak komponen, tetapi juga sangat berbahaya bagi keselamatan Anda karena risiko sengatan listrik.
BACA JUGA:Bocoran Charger Megawatt BYD, Ngecas Mobil Listrik Cuma Hitungan Menit: Siap Masuk Indonesia?
2. Jangan Memindah Tuas Transmisi ke Posisi Netral Secara Paksa
Banyak mobil listrik menggunakan transmisi elektrik (shift-by-wire). Saat kelistrikan mati, mobil seringkali terkunci di posisi P (Park). Jangan memaksa menarik mobil tanpa bantuan teknisi, karena roda yang terkunci dapat merusak motor penggerak.
Gunakan bantuan towing atau mobil gendong yang memiliki alat khusus untuk mengangkat roda.